Ini Dia Isi Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 16

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 16 November 2018 - 17:47 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian hari ini, Jumat (16/11/2018) kembali mengeluarkan paket kebijakan ke-16. Paket ini meliputi perluasan pemberian tax holiday, relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI), dan pengaturan mengenai devisa hasil ekspor (DHE) untuk sumber daya alam (SDA).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan pemerintah sejatinya telah memperluas fasilitas pajak tax holiday melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35 tahun 2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan. Namun, pemerintah memandang fasilitas tax holiday yang ada di PMK tersebut masih kurang gereget, sehingga diputuskan untuk kembali direvisi.

"Kita melihat setelah diskusi ini kayanya kurang deh (PMK Nomor 35). Maka kita mencoba mempelajari kembali bersama Kemenperin," katanya

Darmin menuturkan, pemerintah dalam hal ini sepakat untuk memperluas cakupan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang dapat diberikan fasilitas 'libur pajak' tersebut. Adapun perluasannya adalah untuk kelompok besi dan baja serta turunannya, petrokimia dan turunannya, serta kelompok kimia dasar.

"Jadi tax holiday akan difokuskan kesitu dan tax holiday ini akan masuk di OSS. Sehingga tidak lagi memerlukan diskusi. Kalau dia bilang investasinya berapa tinggal datang," imbuh dia.

Selain itu, perluasan juga mencakup kelompok agribisnis dan pengolahan dari hasil pertanian, serta kelompok digital. "Seperti apa ya, misalnya pengolahan kelapa sawit, karet dan sebagainya. Kedua adalah digital, robotik dan lain-lain ini tentu ada minimum jumlahnya, harus industri besar. Itu untuk tax holiday-nya," terang dia.

Kedua, mengenai relaksasi DNI yang dimaksudkan untuk mendorong aktivitas ekonomi pada sektor unggulan. Kebijakan ini membuka kesempatan bagi penanam modal dalam negeri (PMDN), termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta koperasi untuk masuk di seluruh bidang usaha.

Selain itu, pemerintah juga memperluas kemitraan UMKM dan koperasi untuk bekerjasama agar usahanya dapat naik ke tingkat usaha yang lebih besar. Sementara untuk bidang usaha yang sudah dibuka untuk Penanaman Modal Asing (PMA) namun masih sepi peminat, pemerintah akan memberikan kesempatan kepada PMA untuk memiliki porsi saham yang lebih besar.

"Yang tadinya mungkin dia hanya 30% 20%, 49%, 67% berubah menajdi 100%. Ini ada sekitar 54 bidang," tutur Darmin.

Masih menurut mantan Gubernur BI ini, poin ketiga dalam paket kebijakan ke-16 ini adalah DHE untuk sumber daya alam. Pemerintah memperkuat pengendalian devisa dengan pemberian insentif perpajakan.

Pengendalian berupa kewajiban untuk memasukkan DHE dari ekspor barang hasil SDA seperti pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan. Adapun insentif perpajakannya berupa tarif final Pajak Penghasilan atas deposito.

Kewajiban untuk memasukkan DHE ini, kata dia, tidak menghalangi keperluan perusahan yang bersangkutan untuk memenuhi kewajiban valasnya.

"Jadi sekarang aturannya wajib masuk dan dimasukkan ke dalam sistem keuangna Indonesia. Tidak berarti itu dijual ke BI. Hanya masuk ke sistem keuangan. Sistem keuangan itu dimana? Ya bisa di perbankan.

Selanjutnya dia tetap boleh terbuka untuk menggunakan dana itu. Jadi tidak menghalangi dia mengunakan dana itu untuk mengimpor untuk membayar hutan dan lain-lain," tandasnya

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN RI Rini M. Soemarno (ketiga dari kanan) didampingi oleh Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (paling kanan) dan Direktur Human Capital Management Telkom Edi Witjara (kedua dari kanan) menyerahkan simbolis bantuan siswa berprestasi

Minggu, 21 Juli 2019 - 12:59 WIB

Telkom Berikan Bantuan CSR Peduli Pendidikan Nasional bagi Sekolah di Wilayah 3T

Jakarta – Sebagai bagian dari rangkaian peringatan 54 tahun PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Menteri BUMN Republik Indonesia Rini M. Soemarno didampingi Direktur Utama Telkom Ririek…

Agoda Mix and Save (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Juli 2019 - 12:00 WIB

Agoda “Mix and Save” Membantu Wisatawan Menemukan Penawaran Akomodasi yang Lebih Baik

Agoda, salah satu platform perjalanan digital yang paling cepat berkembang di dunia, hari ini meluncurkan fitur "Mix and Save"bagi para pelancong dengan budget terbatas. Fitur ini memungkinkan…

Bank BRI. (Irvan AF/INDUSTRY.co.id)

Minggu, 21 Juli 2019 - 11:19 WIB

Bank BRI Garap Bisnis DPLK

Jakarta - Belum banyak orang yang mempersiapkan kebutuhan finansialnya di masa mendatang, terutama kebutuhan di hari tua saat usia tidak produktif lagi. Bank BRI sebagai salah satu lembaga keuangan…

Suzuki Jimny (Foto: Ridwan)

Minggu, 21 Juli 2019 - 10:30 WIB

Jimny, Mobil Legendaris dengan Segudang Cerita

Selama lebih dari 40 tahun berkiprah di Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), berhasil meluncurkan produk yang melekat di hati masyarakat, salah satunya adalah Jimny.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Juli 2019 - 09:30 WIB

Garap Bisnis DPLK, Bank BRI Edukasi Masyarakat Soal Kebutuhan Hari Tua

Belum banyak orang yang mempersiapkan kebutuhan finansialnya di masa mendatang, terutama kebutuhan di hari tua saat usia tidak produktif lagi. Bank BRI sebagai salah satu lembaga keuangan turut…