INDUSTRY.co.id -

Advertisement

Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang kembali mengalami pelemahan seiring dengan hasil pemilu sementara AS diharapkan masih dapat memberikan sentimen positif pada kembali menguatnya pasar obligasi dalam negeri sehingga pergerakan imba hasilnya dapat lebih menurun.

"Termasuk juga Rupiah yang diperkirakan masih berpotensi menguat juga diharapkan dapat berimbas positif pada pasar obligasi dalam negeri. Meski demikian, tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Advertisement

Pergerakan Rupiah yang menguat mendukung kenaikan pada pasar obligasi dalam negeri. Bahkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, memberikan pernyataan positif dimana mengatakan penguatan Rupiah menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia meningkat. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 5,78 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 6,02 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 5,91 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 91,75% memiliki imbal hasil 7,83% atau turun 0,14 bps dari sebelumnya di harga 91,25% memiliki imbal hasil 7,97%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 89,97% memiliki imbal hasil 8,57% atau turun 0,13 bps dari sehari sebelumnya di harga 88,82% memiliki imbal hasil 8,70%.

Advertisement

Pada Rabu (7/11), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,57 bps di level 107,53 dari sebelumnya di level 106,92. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,21 bps di level 104,54 dari sebelumnya di level 104,33. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,15% dari sebelumnya di level 8,25% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,20% dari sebelumnya di level 3,23% sehingga spread di level kisaran 495 bps lebih rendah dari sebelumnya 502,8.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali turun. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,87%-9,88%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,54%-10,55%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,96%-11,97%, dan pada rating BBB di kisaran 14,54%-14,60%.

Advertisement