Kebumen Berprestasi Tambah Luas Tanam Padi

Oleh : Wiyanto | Rabu, 31 Oktober 2018 - 10:11 WIB

Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi
Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi

INDUSTRY.co.id

Kebumen,- Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi selaku Penaggung Jawab Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) Tingkat Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada Kabupaten Kebumen atas prestasi yang diraih dalam pencapaian Luas Tambah Tanam Padi periode Oktober 2017 - September 2018 surplus 2.900 hektar, Selasa (30/10).

Kebumen mendapat peringkat kedua se Jawa Tengah. Penghargaan diberikan pada Rapat Koordinasi Upsus Pajale Kebumen dan diterima oleh Kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen.

Suwandi mengatakan penghargaan yang diraih Kabupaten Kebumen ini merupakan prestasi setahun atas capaian Luas Tanam Padi Periode Oktober 2017 - September 2018 seluas 81.046 hektar. Dengan kata lain surplus seluas 2.901 hektar dibandingkan dengan periode yang sama Oktober 2016 - September 2017 seluas 78.145 hektar.

“Penghargaan ini juga diberikan kepada 3 Kecamatan yg mampu mencapai Indeks Pertanaman Padi 300 persen yaitu Kecamatan Ayah, Kecamatan Buayan dan Kecamatan Puring,” katanya.

“Diharapkan prestasi capaian ini dapat ditularkan kepada Kecamatan lain sehingga dari capaian luas tambah tanam nanti berdampak pada peningkatan produksi padi,” sambungnya.

Suwandi mengarahkan strategi menggenjot produksi padi Kebumen. Pertama, melakukan tabela (tanam benih langsung) padi gogo pada saat musim gadu dan disaat air terbatas. Ini sudah diujicoba di Kecamatan Ayah. Kedua, sistem methuk (semai culik) dengan melakukan persemaian di lokasi lain sehingga saat lahan sudah diolah langsung siap tanam maka benih sudah siap umurnya untuk transplanting pada musim hujan maupun saat air mencukupi.

“Ketiga kembangkan pola tumpangsari sehingga sebelum panen palawija pun sudah bisa ditanam tanaman lainnya, misal cabai, kedelai, jagung dan lainnya silih berganti tiada henti, serta keempat pemanfaatan pematang sawah untuk ditanam jagung, kacang, kedelai, refugia dan lainnya,” sebutnya.

Prinsipnya, jelas Suwandi, tiada hari tanpa olah tanah, tanam dan panen. Semua dilakukan secara terus menerus dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam.

“Pola ini diyakini mampu meningkatkan produksi sekaligus berbagai komoditas dan pendapatan petani,” ucapnya.

Selanjutnya Suwandi mengatakan, produktivitas ditingkatkan dengan cara menggunakan benih unggul bersertifikat mengingat benih sebagai penciri produksi. Kemudian, menggunakan pupuk organik, pupuk hayati ramah lingkungan sehingga diperoleh kesuburan lahan.

“Ciri-ciri lahan menjadi subur diantaranya kandungan C-organik meningkat, tumbuh berkembang belut, cacing dan mikro-organisme lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Suwandi juga berpesan dukungan petugas di lapangan sebagai ujung tombak di lapangan agar memotivasi petani baik secara swadaya maupun mengoptimalkan bantuan dari Pemerintah. Revitalisasi swadaya sumur dangkal, dam parit maupun saluran irigasi sederhana.

Mekanisasi pertanian agar dilakukan secara efisien, misalnya untuk pompanisasi semula menggunakan bahan bakar dengan biaya Rp 1,5 juta perhektar permusim dapat dihemat hingga tinggal Rp 600 ribu bila menggunakan listrik, menghemat hingga 50 persen bila menggunakan gas, dan menghemat hingga 80 persen lebih bila menggunakan solar-cel energy surya, ini harus dimulai dengan demplot-demplot,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Pudjirahayu mengungkapkan fokus kegiatan dalam rangka meningkatkan produksi Padi, Jagung dan Kedelai yakni pertama, meningkatkan Produktivitas dan Indeks Pertanaman melalui Peningkatan ketersediaan air irigasi, benih bermutu, pupuk dan optimalisasi Alsintan.

Kedua, memberikan fasilitas pendampingan dari Penyuluh Pertanian, Peneliti, Perguruan Tinggi dan TNI, ketiga kegiatan pengenvangan irigasi, optimalisasi lahan, dan peningkatan Indeks Pertanaman Padi 300%.

“Keempat denfarm Padi dan Jagung masing2 seluas 500 Ha dan 100 Ha, serta kelima tumpang sari Jagung dan Ubi Kayu,” tuturnya.

Hadir pada kegiatan ini Dirjen Hortikultura, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabipaten Kebumen, Direktur Perbenihan Hortikultura, Kepala STTP Magelang selaku Pj Upsus Pajale Kabupaten Kebumen,Perwakilan KODIM kebumen dan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) seluruh Kecamatan Kabupaten Kebumen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rayakan HUT Perusahaan dan Hari Kartini, Millennials Askrindo Bersama YALISA Gelar OBSC

Minggu, 21 April 2019 - 20:39 WIB

Rayakan HUT Perusahaan dan Hari Kartini, Millennials Askrindo Bersihkan Ciliwung

Jakarta – Millenials Askrindo laksanakan Operasi Bersih Sungai Ciliwung (OBSC) bersama Komunitas Pencinta Ciliwung YALISA dari bentangan Kalibata sampai dengan MT Haryono dalam rangka merayakan…

Ilustrasi Gunung Agung Bali (Foto Ist)

Minggu, 21 April 2019 - 12:00 WIB

Gunung Agung Bali Kembali Erupsi

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali mengalami erupsi pada Minggu (21/4/2019) pukul 03.21 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.142 meter…

Mentan Amran Sulaiman di peternakan ayam

Minggu, 21 April 2019 - 09:20 WIB

Sepuluh Alasan Jangan Remehkan Pertanian

Jakarta - Sektor pertanian di era digitalisasi semakin menarik dan digeluti banyak generasi muda. Era ini makin membuktikan bahwa pertanian tak lagi bisa diremehkan. Apalagi, digitalisasi dan…

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019

Sabtu, 20 April 2019 - 21:31 WIB

TOTAL Kembali Gelar Lomba Pasang Jok Paten di IIMS 2019

TOTAL Synthetic Leather kembali menggelar kembali ajang kreativitas di bidang pemasangan jok mobil sekaligus mengumumkan kehadirannya di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS)…

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperingati hari ulang tahun ke 20 tahun Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK), di Gramedia Matraman, Sabtu (20/4/2019)

Sabtu, 20 April 2019 - 21:10 WIB

Hari Perlindungan Konsumen, Sektor Properti Paling Banyak Diadukan Konsumen

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperingati hari ulang tahun ke 20 tahun Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Dalam peringatan tersebut, pihaknya menyebut bahwa sektor perumahan…