INDUSTRY.co.id - Jakarta- Penyelenggaraan Pameran Konstruksi Indonesia 2018 bakal fokus pada pengembangan dan sertifikasi terhadap sumber daya manusia (SDM) konstruksi nasional sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
"Saat ini Pameran Konstruksi Indonesia sudah yang ke-16, dari sekian kali dilakukan, cenderungnya dahulu hanya dari sisi teknologi dan peralatan, saat ini juga ada dari teknologi dan peraltan, tetapi yang kita lakukan lebih banyak didominasi pengembangan kualitas SDM," kata Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin dalam dialog dan jumpa pers di Jakarta, Kamis (25/10/2018)
Pameran Konstruksi Indonesia 2018 akan dilaksanakan di Jakarta International Expo Kemayoran pada 31 Oktober-2 November, dengan mengangkat tema "Ketahanan Masyarakat Jasa Konstruksi Indonesia Menghadapi Liberalisasi Perdagangan dengan Fokus Utama Peningkatan SDM".
Pameran infrastruktur itu, selain menampilkan ribuan produk inovatif terhadap solusi bangunan dan konstruksi, serta seminar konstruksi, juga akan dilakukan sertifikasi massal.
Program sertifikasi massal untuk 12.000 tenaga kerja konstruksi yang penyerahan sertifikatnya oleh Presiden RI pada saat pembukaan acara Konstruksi Indonesia 2018.
Partisipan yang akan mengikuti Konstruksi Indonesia 2018 tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari mancanegara seperti India, China, Vietnam, Singapura, Korea dan Jepang.
Sebelumnya, Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarief Burhanuddin berharap perusahaan jasa konstruksi dari Indonesia perlu ekspansi lebih luas ke tingkat global.
"Diharapkan badan usaha jasa konstruksi kita bisa berperan di luar negeri," kata Syarief Burhanuddin kepada awak media, ketika membuka Diskusi Asosiasi Kontraktor Indonesia di Jakarta, Selasa (2/10).
Menurut Syarief, sangat penting bagi pengusaha konstruksi nasional dapat memperluas wawasannya dengan mengenali potensi pasar infrastruktur utamanya di kawasan Afrika dan Asia.