INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Laju imbal hasil obligasi AS yang masih dalam penurunannya diharapkan dapat menjadi sentimen positif untuk pergerakan pasar obligasi dalam negeri sehingga memberikan peluang kenaikan lanjutan.
Analis Pasar Modal Reza Priyambada mengatakan, adanya pelemahan pada Rupiah diharapkan tidak menghalangi aksi beli pelaku pasar yang memanfaatkan kondisi tersebut. Diharapkan aksi jual dapat lebih berkurang untuk menahan pelemahan yang ada, dengan memanfaatkan imbas positif dari turunnya imbal hasil obligasi AS.
"Tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," ujar dia di Jakarta, Kamis (25/10/2018).
Katanya, meski laju IHSG dan Rupiah cenderung berada di zona merah namun, tampaknya kondisi itu tidak berlaku pada laju pasar obligasi dimana cenderung mampu berbalik menguat. Pelaku pasar pun terlihat tidak terlalu panik seperti yang terjadi pada pasar saham dimana memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali masuk. Adanya perkiraan pelemahan data perumahan AS membuat laju imbal hasil obligasi AS menurun sehingga direspon positif pelaku pasar.
Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 3,41 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 7,44 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 2,41 bps.
Laju pasar obligasi cenderung bergerak variatif. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 89,72% memiliki imbal hasil 8,38% atau turun 0,03 bps dari sebelumnya di harga 89,60% memiliki imbal hasil 8,42%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 86,63% memiliki imbal hasil 8,96% atau turun 0,06 bps dari sehari sebelumnya di harga 86,15% memiliki imbal hasil 9,02%.
Pada Rabu (24/10), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,33 bps di level 105,33 dari sebelumnya di level 104,98. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,15 bps di level 103,24 dari sebelumnya di level 103,09. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,570% dari sebelumnya di level 8,684% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,132% dari sebelumnya di level 3,131% sehingga spread di level kisaran 543,3 bps lebih rendah dari sebelumnya 555,3 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung variatif turun. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 10,29%-10,34%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,57%-11,00%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 12,03%-12,08%, dan pada rating BBB di kisaran 14,97%-14,98%.