Presiden Jokowi Minta Santri Jangan Mudah Percaya Hoax

Oleh : Herry Barus | Senin, 22 Oktober 2018 - 05:05 WIB

Presiden Jokowi hari santri ke IV yang di pusatkan di Kota Solo (Foto Okezone)
Presiden Jokowi hari santri ke IV yang di pusatkan di Kota Solo (Foto Okezone)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden RI Joko Widodo meminta para santri agar jangan mudah percaya pada kabar bohong (hoaks) dan fitnah yang sering muncul saat menjelang pesta demokrasi.

"Silakan, para santri beda pilihan tidak apa-apa. Namanya beda pilihan. Setiap 5 tahun pasti ada. Ini pilihan politik, tetapi jangan sampai muslim saling fitnah, sesama saudara sebangsa setanah air saling menjelekkan," kata Presiden Jokowi saat menghadiri acara Malam Puncak Hari Santri 2018 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (21/10/2018).

Menurut Presiden, hoaks dan fitnah sering muncul, terutama saat menjelang pesta demokrasi, seperti pemilihan bupati, wali kota, gubernur, hingga pemilihan presiden.

Oleh karena itu, senada dengan tema acara "Bersama Santri, Damailah Negeri", Presiden pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kerukunan, persatuan, dan persaudaraan antarsesama anak bangsa. Apalagi, Indonesia adalah negara yang dianugerahi Allah dengan berbagai keragaman.

"Oleh sebab itu, dalam rangka menjaga rumah kita bersama, yang namanya NKRI, mari kita jaga persatuan karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan," tuturnya sebagaimana disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa menjadi santri adalah menjadi Islam yang cinta bangsa, menjadi muslim yang religius, menjadi santri yang berakhlakul karimah dan sekaligus nasionalis sebagaimana ditauladankan oleh para kiai, ajengan, dan ulama.

"Sejarah telah mencatat peran besar para ulama, para kiai, para santri dalam masa perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, dalam menjaga Pancasila, dalam menjaga NKRI, dan selalu memandu ke jalan kebaikan, ke jalan kebenaran, ke jalan kemajuan," kata Presiden.

Peringatan Hari Santri yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 menurut Presiden merupakan sebuah bentuk penghormatan dan rasa terima kasih negara terhadap kontribusi para kiai, alim ulama, santri, dan seluruh komponen bangsa yang mengikuti teladan alim ulama.

"Kita patut bersyukur Indonesia dipandu oleh tradisi kesantrian yang kuat. Tradisi penghormatan dan penghargaan yang tinggi kepada sesama, menjunjung tinggi prinsip 'habluminallah' dan 'habluminannas'," katanya.

Pada acara tersebut juga diberikan penghargaan kepada para juara Santri Millenial Competition. Hadiah diserahkan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Selesai acara, Presiden menyempatkan turun dari panggung untuk bersalaman dengan para santri. Momen ini disambut meriah para santri yang datang dari berbagai daerah untuk bersalaman dan berfoto dengan orang nomor satu di Republik ini.

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini, antara lain, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sekjen Kemenkes drg. Oscar Primadi MPH

Jumat, 22 November 2019 - 10:30 WIB

Kemitraan Pemerintah – Swasta di Asia Pasifik dalam Upaya Peningkatan Sistem Kesehatan Melalui FTF ke-12

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan The SMERU Research Institute, dan didukung oleh PT Novartis Indonesia, menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Asia Pacific Future…

dr. Terawan Agus Putranto (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 22 November 2019 - 10:22 WIB

Upaya Menkes dr Terawan Atasi Masalah BPJS

Menteri Kesehatan (Menkes) dr. Terawan Agus Putranto mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk menindaklanjuti arahan-arahan…

Duta Besar untuk Republik Tiongkok Djauhari Oratmangun

Jumat, 22 November 2019 - 10:05 WIB

Gebrakan Kebijakan Investasi RI Menggema di New Economic Forum

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mengembalikan pengurusan perizinan mengenai investasi dikembalikan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kebijakan ini diambil untuk mengatasi…

Startup Tekfin Gradana Menangi Ajang Kompetisi AETP dari Pemerintah Switzerland

Jumat, 22 November 2019 - 10:00 WIB

Startup Tekfin Gradana Menangi Ajang Kompetisi AETP dari Pemerintah Switzerland

Perusahaan peer to peer lending khusus properti, Gradana, menjadi satu-satunya perwakilan startup bidang tekfin yang memenangi ajang The Asia Entrepreneurship Training Program (AETP) yang diadakan…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Jumat, 22 November 2019 - 09:48 WIB

Pertanian Indonesia Menunjukkan Perbaikan dan Berkualitas

Jakarta - Tata kelola pertanian Indonesia dalam beberapa tahun terakhir makin menunjukkan perbaikan. Bahkan, diprediksi sektor pertanian bakal makin meningkat kualitasnya ke depan.