Revolusi Industri 4.0 Perlu Respon Cepat

Oleh : Herry Barus | Kamis, 18 Oktober 2018 - 18:30 WIB

 Sri Sultan HB X Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto Ist)
Sri Sultan HB X Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Yogyakarta- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan era Revolusi Industri 4.0 memerlukan respon yang cepat dan tepat oleh para pemangku kepentingan disertai dengan keberanian melakukan perubahan.

"Dengan respon yang cepat dan tepat, kita mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan global," kata Sultan saat pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Regional Jawa-Bali Tahun 2018 di Yogyakarta, Rabu (17/10/20180

Menurut Sultan, Revolusi Industri 4.0 memiliki ciri yang menitikberatkan pada kreativitas, kepemimpinan dan entrepreneurship. Dengan demikian, para pemangku kepentingan dituntut untuk memiliki kemampuan merespon berbagai perubahan.

Perubahan pola pikir dari para pengambil keputusann, menurut dia, juga sangat diperlukan untuk menghadapi perubahan zaman yang dinamis dan terus berkembang.

"Perubahan sendiri adalah bagian dari manajemen. Dan setiap pemimpin diukur keberhasilannya dari kemampuannya untuk memprediksi perubahan dan menjadikan perubahan tersebut sebagai suatu potensi," kata Raja Keraton Ngayogyakarta ini.

Dalam Musrenbang Regional Tahun 2018 dengan tema "Strategi Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Melalui Penyiapan Sumber Daya Manusia", Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata seperti dilansir Antara mengatakan pembangunan Indonesia saat ini berfokus mewujudkan Indonesia aman, damai dan sejahtera.

Rudy mengatakan tantangan revolusi industri 4.0 bisa lebih mudah dihadapi dengan keberadaan sumber daya manusai yang berkualitas.

"Untuk saat ini ada tiga kata kunci yang ingin dicapai, yakni keinginan perekonomian yang kokoh, kestabilan keuangan di wilayah, dan sumber daya manusia berkualitas," kata dia

Komentar Berita

Industri Hari Ini

kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selasa, 17 September 2019 - 15:09 WIB

Karhutla Bukan Bencana dari Tuhan, Tetapi Kelalaian dalam Perencanaan dan Pencegahan

Jakarta-Karhutla yang terjadi terus-menerus ini bukanlah musibah dari Tuhan sebagaimana yang disebutkan Kepala Kantor Staff Kepresidenan (KSP), Moeldoko. Penyebab karhutla adalah kelalaian dalam…

Gedung DPR RI

Selasa, 17 September 2019 - 15:01 WIB

Revisi UU KPK Disetujui DPR RI

Rapat Paripurna DPR RI ke-9 Masa Persidangan I periode 2019-2020 menyetujui hasil revisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk disahkan menjadi undang-undang.

Kuwat Sri Hudoyo

Selasa, 17 September 2019 - 15:00 WIB

Kemenkes Mendorong Industri Farmasi Domestik Lewat E-Katalog

Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri dengan e-katalog maupun mendorong riset terapan biofarmaka dan vaksin

Kebakaran Hutan

Selasa, 17 September 2019 - 14:45 WIB

Indonesia Darurat Udara Bersih

Jakarta-Permasalahan udara bersih saat ini tidak hanya menjadi isu masyarakat perkotaan metropolitan seperti Jakarta, tetapi juga telah menjadi masalah di berbagai daerah di Sumatera dan Kalimantan.

Novita Dewi

Selasa, 17 September 2019 - 14:00 WIB

Novita Dewi Luncurkan Single Batak Rasa Latin

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat tarik suara X Factor, Novita Dewi mencoba menerobos industri musik yang tengah lesu darah dengan menggelontorkan single terbaru bernuansa latin.