Taksi Daring akan Dilengkapi Tombol Panik

Oleh : Herry Barus | Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:00 WIB

Ilustrasi Taksi Online (Ist)
Ilustrasi Taksi Online (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengkaji fitur tombol panik di aplikasi taksi daring untuk menjamin keselamatan, baik penumpang maupun pengamudi.

“Belum final, kita lagi menggabungkan antara rekomendasi dari Mahkamah Agung dengan apa yang kita lakukan, “kata Budi usai Grand Launching Automatic Identification System ITS di Jakarta, Rabu (17/10/2018)

Dia menambahkan hal itu agar sejalan dengan yang direkomenasikan oleh MA.

“Kita enggak mau mengada-ada dengan apa yang direkomendasikan MA supaya `in-line,” katanya.

Pasalnya, lanjut dia, banyak poin yang dianulir oleh MA, karena itu Ia berpedoman pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan di mana posisinya adalah di atas Peraturan Menteri.

“Kita akan jalankan dengan undang-undang yang sudah berlaku secara umum itu harus mereka ikuti, tapi juga ada moral tertentu yang harus mereka penuhi, “ katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan membuat tombol panik atau panic button  di aplikasi taksi daring, baik untuk pengemudi maupun penumpang untuk menjamin keselamatan bagi keduanya.

“Masalah angkutan sewa khusus dalam penyelenggaraanya, untuk standar pelayanan minimalnya ada keselamatan, mungkin kita akan buat `panic button atau apa, “katanya.

Budi menjelaskan tombol panik berfungsi jika, baik pengemudi maupun penumpang berada dalam kondisi terancam.

“Panic button  ini untuk pengemudi dan penumpang. Jadi kalau pengemudinya terancam ya harus nyalakan itu, kalau penumpangnya terancam dia harus menyalakan di aplikasi, “katanya.

Dia berharap usulan ini tidak ada lagi penolakan dari pihak manapun karena untuk keselamatan mengingat banyaknya kasus yang terjadi berkaitan dengan taksi daring.

“Panic button ini kan diperlukan, untuk melindungi keselamatan kemanan, masa ditolak. Diskusi dengan aplikator begini mereka `kan butuh perlindungan ya butuh juga semacam perlakuan yg dr sisi tarif aplikator itu makanya mereka ingin jangan cuma pengemudi yang diatur tapi kalau bisa aplikator juga diatur, “katanya

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melihat AMMdes di GIIAS 2018 (Foto: Dok. Liputan6)

Rabu, 26 Juni 2019 - 11:05 WIB

AMMDes Kemanakah Kau?

Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) sudah resmi diluncurkan di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018. Meski demikian, hingga kini kendaraan yang dirancang untuk…

Indodax resmikan kantor baru di Jakarta (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 26 Juni 2019 - 10:50 WIB

Komitmen Berikan Pelayanan Lebih Baik, Indodax Resmikan Kantor Baru di Jakarta

Kantor baru ini akan menjadi pusat dari seluruh cabang Indodax yang sudah didirikan sebelumnya yaitu Bali, Semarang, dan Surabaya.

Ruang Kerja Regus (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 26 Juni 2019 - 10:00 WIB

Penyedia Ruang Kerja fleksibel, Regus, Luncurkan ProgramWaralaba Terbaru di Indonesia

Regus, penyedia ruang kerja fleksibel terkemuka di dunia, telah meluncurkan skema waralaba terbaru di Indonesia. Program baru ini memungkinkan operator waralaba Indonesia untuk memasuki ruang…

Hoshinoya Tokyo

Rabu, 26 Juni 2019 - 09:50 WIB

Hoshinoya Tokyo Bakal Jadi Tuan Rumah Tokyo Summer Nights 2019

Hoshino Resorts melalui brand teranyarnya, Hoshinoya Tokyo akan menjadi tuan rumah "Tokyo Summer Nights 2019" dari tanggal 1-17 Agustus 2019.

PREPD

Rabu, 26 Juni 2019 - 09:20 WIB

PREPD closes Pre-Series A round to fund growth of a new hydration-boosting drinks

PREPD closes Pre-Series A round to fund growth of a new hydration-boosting drinks