INDUSTRY.co.id - Jakarta - Universitas Negeri Jakarta menggelar pelatihan karakter bagi puluhan narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Industri di Sukabumi, Jakarta, pada Jumat-Sabtu (20-21/7/2018).

Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan bimbingan kepada warga binaan yang telah menjalani 2/3 masa tahanan, klien yang mendapatkan ketentuan bebas bersyarat, dan juga kepada para petugas pemasyarakatan. Sehingga warga binaan dan petugas memiliki karakter dan kesadaran ekologis terhadap lingkungan hidup.

Direktur Program Studi Magister Pendidikan Lingkungan Pascasarjana UNJ Prof Nadiroh, MPd mengatakan, pendidikan karakter kesadaran lingkungan ini sesuai dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup bahwa upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.

"Mantan narapidana kerap kurang memiliki kesadaran lingkungan. Padahal, mereka yang kelak keluar dari lapas akan berhadapan dengan masyarakat," ucap Nadiroh, seperti dikutip dari keterangan persnya di Jakarta, Senin (30/7/2018).

Melalui program ini, dia melanjutkan, juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup para warga binaan pada saat mereka kembali kepada lingkungan sosialnya.

Menurutnya, pengelolaan lingkungan hidup bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.  Swasta dan masyarakat juga sangat penting peran sertanya dalam melaksanakan kebijaksanaan pengelolaan lingkungan hidup. Setiap orang mempunyai hak dan kewajiban berperan serta dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup, sehingga dapat tercapai kelestarian fungsi lingkungan hidup.

"Pendampingan pada penghuni Lapas merupakan upaya pendidikan sepanjang hayat bagi orang dewasa," tegas Nadiroh.

Program pengabdian UNJ ke Lapas Industri Sukabumi sendiri bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan para pendamping penghuni lapas industri Sukabumi melakukan  integrasi konsep dan nilai-nilai lingkungan dalam buku saku pendampingan Penghuni Lapas Industri Sukabumi.

"Selain itu diharapkan, bisa meningkatkan wawasan dan keterampilan penghuni lapas industri Sukabumi untuk mengintegrasikan nilai-nilai  lingkungan dalam aktivitas sehari-hari dalam penantian kebebasan yang penuh kemerdekaan," tegas Nadiroh memungkasi.