INDUSTRY.co.id - Jakarta-Upaya pemerintah dalam meningkatkan sektor perekonomian dirasa belum maksimal. Hal ini terlihat dari terintimidasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga menembus Rp15.217 per dolar AS.
Wacana untuk mencari figur tepat bagi perbaikan perekonomian Indonesia dinilai diperlukan, menyusul kemungkinan Bank Sentral AS Federal Reserve diperkirakan kembali menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini.
Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing mengatakan salah satu hal yang perlu dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo adalah melakukan reshuffle kabinet, salah satunya yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Justru Pemerintahan Jokowi di tahun terakhir pada periode pertama ini harus bisa menekan dolar dan mendongkrak nilai rupiah kita. Jangan sampai Desember nanti dolar naik, baru menteri mengatakan karena Amerika menaikkan bunga, jadi tidak bisa," katanya saat dihubungi Selasa (2/10/2018).
Namun, menurut pandangannya, ketika ada pakar bidang ekonomi selain Sri Mulyani yang memiliki obat penawar untuk memperbaiki perekonomian Indonesia saat ini, maka hal itu perlu dipertimbangkan.
"Karena kita tidak ingin mempertaruhkan nasib rakyat karena seorang menteri, tetapi bagaimana dolar ini bisa turun dan rupiah kita naik supaya kesejahteraan rakyat kita meningkat," katanya.
Akan tetapi, model yang dipergunakan jangan sampai menguras devisa negara. Artinya, model yang digunakan harus mampu menekan dolar dan mengangkat kembali nilai rupiah tanpa memanfaatkan devisa negara.
"Boleh jadi model yang ditawarkan ekonom ini kemungkinan lebih baik. Tetapi, model itu jangan justru menguras devisa negara kita, bisa saja dolar itu turun, tetapi digelontorkan semua devisa kita, ya sami mawon [sama saja]," katanya.
Selain itu, model yang akan dipergunakan harus melalui uji publik terlebih dahulu agar masyarakat bisa menilai penerapan kebijakan ekonomi yang digunakan lebih baik dari sebelumnya.
"Kalau itu lebih baik, kita dorong Jokowi me-reshuffle kabinet. Reshuffle itu hak presiden, any time any where, dia bisa melakukan itu. Kita lihat realitas yangg ada, sore ini saya monitor dolar sudah menyentuh angka Rp15.000 lebih," tegasnya.(Kormen)