Kembangkan Area Tambang Batubara, Ini Yang Dilakukan ABM Investama

Oleh : Hariyanto | Senin, 01 Oktober 2018 - 10:16 WIB

Tambang Batubara (ist)
Tambang Batubara (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Direktur Keuangan ABM Adrian Erlangga menyatakan, dalam mengembangkan sebuah area tambang batubara, PT ABM Investama Tbk. (ABM) memiliki roadmap pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakatnya.

Salah satu contohnya, ABM telah berhasil menjalankan roadmap tersebut di tambang anak usahanya yaitu PT Tunas Inti Abadi (TIA) yang berlokasi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Setelah mendapatkan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) pada 2013, TIA mulai melakukan pengembangan dan produksi pada area tambang seluas 3.085 hektare.

Pada area tambang di wilayah Tanah Bumbu ini terdapat sumber daya batubara sebanyak 106 juta ton dan cadangan sekitar 52 juta ton. Kualitas batubara milik TIA ini sangat baik karena memiliki kalori 5400-5600 kcal/kg.

"Setelah proses produksi batubara berjalan di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sebagai bagian dari tanggung jawab kepada lingkungan, ABM melalui PT TIA juga menyiapkan di salah satu bukit di Tiwingan, Kecamatan Aranio, Kalimantan Selatan. Dan hasilnya bisa dilihat sekarang. Pada lahan seluas 1.307 hektare tersebut, kami sudah berhasil melakukan penghijauan kembali dan melakukan rehabilitasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) di bekas lokasi tambang TIA," jelas Adrian beberapa waktu lalu. 

Berkat program rehabilitasi DAS tersebut TIA berhasil meraih penghargaan Silver pada ajang Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2018 yang melibatkan Bappenas.

Lebih jauh Adrian menjelaskan, ABM melakukan pelayanan dari hulu hingga ke hilir atau end-to-end services yang berfokus padavalue chain batubara. Untuk penambangan batubara TIA di Tanah Bumbu, di awal PT Cipta Kridatama sebagai kontraktor tambang mendukung  pengembangan lahan, produksi batubara, sampai reklamasi tambang.

Kemudian tambang juga mendapatkan dukungan solusi listrik dari anak usaha ABM yakni PT Sumberdaya Sewatama. Lalu, PT Sanggar Sarana Baja juga mendukung sebagai penyedia jasa rekayasa serta pabrikasi di sektor energi. Sedangkan keperluan bahan bakar minyak (BBM) di lokasi tambang disuplai oleh PT Prima Wiguna Parama.

Distribusi batubara dari awal hingga akhir pun dibantu oleh anak usaha ABM yakni PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics). Dan yang paling akhir untuk penjualan batubara akan dilakukan oleh induk dari TIA sendiri yakni PT Reswara Minergi Hartama.  

"Seluruh proses produksi batubara TIA ini menggunakan sistemsupply chain yang mengintegrasikan seluruh anak usaha ABM. Dalam sistem supply chain ini ABM mengoptimalkan sinergi dan integrasi anak usaha sejak mulai pengelolaan tambang hingga logistik batubara ke lokasi tujuan. Inilah yang menjadikan produksi batubara di TIA efisien," jelas Adrian.

Saat ini ABM Investama memiliki tujuh entitas anak usaha yang terus bersinergi dalam proses dari hulu hingga hilir yaitu PT Cipta Kridatama sebagai kontraktor pertambangan, PT Reswara Minergi Hartama sebagai pengelola tambang dan penjualan batubara, PT Sumberdaya Sewatama dan PT Anzara Janitra Nusantara di sektor kelistrikan, jasa logistik terintegrasi melalui PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistik), jasa rekayasa dan pabrikasi yaitu PT Sanggar Sarana Baja (SSB) dan PT Prima Wiguna Parama (PWP) yang fokus di jasa penyediaan BBM.

"Dengan menggunakan model supply chain tersebut, TIA yang memproduksi 5,5 juta ton per tahun mampu menghasilkan EBITDA US$ 108 juta. Ini merupakan salah satu yang terbaik di industri batubara," ujar Adrian.   

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Himbauan Donasi Kemenag

Senin, 30 Maret 2020 - 13:45 WIB

Kemenag: Yuk, Bantu Lawan Corona Dengan Berderma

Adapun donasi bisa disalurkan melalui rekening atas nama Donasi Covid-19 Kementerian Agama, BRI Syariah: 1049176267 "Yuk, Bantu Lawan Korona dengan Berderma," tutup keterangan Kemenag.

BULOG Pastikan Mampu Mengatasi Kebutuhan Lonjakan Pangan yang Tak Terduga

Senin, 30 Maret 2020 - 13:31 WIB

BULOG Pastikan Stok Cukup Penuhi Lonjakan Kebutuhan Pangan

Pemerintah melalui Perum BULOG memastikan mampu mengatasi kebutuhan lonjakan pangan yang tak terduga. Seluruh jajaran BULOG sudah mewaspadai lonjakan tersebut baik menjelang Ramadhan dan Idul…

Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury

Senin, 30 Maret 2020 - 13:15 WIB

Cegah Covid-19, Begini Panduan Pelayanan Pemberkatan Nikah dan Penguburan Jemaat Kristen

Seiring adanya wabah Korona (Covid-19), Ditjen Bimas Kristen Kemenag menerbitkan panduan Pelayanan Pemberkatan Nikah dan Penguburan Jemaat.

Karantina Wilayah

Senin, 30 Maret 2020 - 13:00 WIB

Karantina Wilayah Perhatikan Mobilitas Kebutuhan Pokok dan Akses ke Rumah Sakit

Dalam rangka memutus penyebaran virus corona pemerintah sudah mempersiapkan Peraturan Pemerintah sebagai aturan pelaksanaan Undang- Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan.

Penyemprotan Desinfektan (ist)

Senin, 30 Maret 2020 - 12:45 WIB

Ahli Kesehatan: Hentikan penyemprotan! Siapa ya Yang Pertama Kali Ngajarin Nyiram-Nyiram Manusia dengan Desinfektan?

"Disinfektan itu diperuntukkan untuk benda mati dengan perlakuan yang benar. Disinfektan tidak diperuntukkan untuk tubuh manusia," kata Tan seperti dilansir dari laman Suara.com Senin (30/3).