Kementan Dukung Gunung Kidul Kembangkan Bawang Merah Ramah Lingkungan

Oleh : Wiyanto | Senin, 01 Oktober 2018 - 09:13 WIB

Panen bawang merah di Gn Kidul
Panen bawang merah di Gn Kidul

INDUSTRY.co.id -

Yogyakarta - Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki di Dusun Bedil Kulon, Desa Rejosari Kecamatan Semin, Gunung Kidul, Yogyakarta merupakan wilayah pengembangan komoditas hortikultura khususnya tanaman bawang merah secara Ramah Lingkungan. KWT Sri Rejeki, telah berhasil melakukan budidaya tanaman bawang merah ramah lingkungan seluas 2 ha.

Pada tanggal 27 September 2018 dilakukan panen perdana dengan hasil yang cukup membanggakan. Panen tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto, Kepala UPTD BPTPH Daerah Istimewa Yogyakarta dan perwakilan Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian (Kementan), Endik Mulyadi.

Endik Mulyadi mengatakan Kementan mendukung penuh budidaya bawang merah secara ramah lingkungan. KWT Sri Rejeki Gunung Kidul kini telah ikut andil dalam mensukseskan program Kementan dalam rangka peningkatan produksi Bawang Merah.

Direktorat Hortikultura sangat menghargai ibu ibu KWT yang menerapkan budidaya Ramah Lingkungan dalam produksi bawang merah. Ini sebuah terobosan yang bagus untuk meningkatkan produksi dan kualitas bawang merah kita, ujar Endik di Jakarta, Minggu (30/9).

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti menambahkan Kementan terus mendorong masyarakat untuk menanam bawang merah, bahkan Gunung Kidul yang dahulu dikenal sebagai daerah yang gersang kini mampu memproduksi bawang merah dengan kualitas yang baik. Pengembangan bawang merah dilakukan di semua propinsi untuk menjaga ketersediaan merata sepanjang tahun, sehingga harga terjaga atau stabil.

Kementan juga mendorong petani untuk menerapkan budidaya hortikultura ramah lingkungan, sehingga akan diperoleh produk yang aman konsumsi, sehat untuk petani dan konsumen, aman untuk lingkungan, serta biaya produksi yang lebih murah, ujung ujungnya tentu pendapatan petani yang meningkat, beber Sri.

Kepala Dinas Petanian Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto menururkan Dinas Pertanian sangat mengapresiasi Kementan yang terus memberikan dukungan dalam pengembangan bawang merah. Dalam penerapan budidaya bawang merah ramah lingkungan Dinas Pertanian telah melakukan pertemuan Rembuk Kelompok dengan melibatkan stakeholder lengkap yaitu aparat dari Kecamatan dan Desa serta semua petugas lapangan.

Petani yang terlibat dalam pengembangan bawang merah tersebut sangat antusias sehingga memberikan semangat baru bagi petugas dalam melakukan pendampingan, tuturnya.

Harapan dari KWT Sri Rejeki yaitu adanya fasilitas sarana irigasi yang memadai sehingga proses budidaya tanaman juga dapat dilakukan pada musim kering, tidak hanya mengharapkan air hujan, imbuh Bambang.

Ketua KWT Sri Rejeki, Wiwik Widiyasih mengatakan budidaya bawang merah mulai dari pengolahan tanah sampai panen ini semua murni dilakukan oleh Ibu-Ibu. Budidayanya dengan menggunakan pupuk organik, agensia hayati dan pestisida nabati.

Kendala dalam budidaya jauhnya sumber air lebih kurang 300 meter dari lahan, kami mengambil air dari kali oya dan ditampung dalam bak yang kami buat dari terpal, ujarnya.

Lebih lanjut Wiwik jelaskan, untuk gerakan pengendalian OPT (Gerdal) dengan agensia hayati, dilakukan seminggu sekali setiap hari kamis sore. Kini berhasil panen bawang merah secara ramah lingkungan. Saat panen dilakukan umur tanaman 61 hari, dan dari hasil ubinan yang telah dilakukan produkvitas mencapai 20,6 ton/ha. Harga saat ini di tingkat petani sekitar Rp. 10.000/Kg.

Dari perhitungan biaya produksi sekitar Rp, 46.280.000 per hektar, maka dapat dibayangkan keuntungan yang dinikmati oleh KWT ini, terangnya.

Pembinaan dan pendampingan budidaya bawang merah ramah lingkungan dilakukan oleh LPHP Bantul. Kepala Laboratorium LPHP Bantul, Paryoto menyatakan akan terus melakukan pembinaan teknis secara intensif, memperkuat kelembagaan, serta melakukan pendampingan dalam penyusunan SOP bawang merah.

Dengan dukungan semua stakeholder diharapkan di lokasi tersebut dapat menjadi daerah pengembangan bawang merah yang ramah lingkungan, katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dulux Raih Penghargaan Double Platinum Indonesia Best Brand Award 2022

Kamis, 08 Desember 2022 - 10:16 WIB

Dulux Raih Penghargaan Double Platinum Indonesia Best Brand Award 2022

PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia), produsen cat Dulux, meraih penghargaan Indonesia Best Brand Award 2022 untuk kategori cat dinding dengan predikat Double Platinum.…

Kementerian PUPR dan Kemenkeu Lakukan Serah Terima BMN Tahap 2

Kamis, 08 Desember 2022 - 10:03 WIB

Kementerian PUPR dan Kemenkeu Lakukan Serah Terima BMN Tahap 2

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan serah terima Barang Milik Negara (BMN) Kementerian PUPR Tahap II kepada Pemerintah Daerah…

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Muhammad Zainal Fatah

Kamis, 08 Desember 2022 - 09:54 WIB

Rumuskan Kebijakan Strategis,Kementerian PUPR Tingkatkan Keterlibatan Para Pakar dan Praktisi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan infrastruktur di tengah target penyelesaian pembangunan yang ketat dengan banyaknya tantangan dan derasnya…

Komisioner kelompok kerja (Pokja) Pengawasan Bidang Penerapan Sistem Merit Wilayah II, Dr Mustari Irawan MPA

Kamis, 08 Desember 2022 - 09:43 WIB

174 Instansi Pemerintah & LPNK Mendapat Predikat Kinerja Baik dan Sangat Baik

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sebagai lembaga non struktural bertugas meningkatkan kinerja lembaga pemerintah beserta aparaturnya (ASN). KASN terus mengawasi sekaligus meningkatkan prestasi…

CKB Group Hadirkan Program Sinergi CSR “Cinta Kepada Bumi”

Kamis, 08 Desember 2022 - 09:36 WIB

Respon Perubahan Iklim, CKB Group Hadirkan Program Sinergi CSR “Cinta Kepada Bumi”

Komitmen berkelanjutan CKB Group dalam merespon perubahan iklim sekaligus mendukung program pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs)