Atasi Banjir Semarang, Kementerian PUPR Targetkan Bendung Karet KBB Rampung Januari 2019

Oleh : Hariyanto | Minggu, 30 September 2018 - 10:31 WIB

Bendung Karet KBB
Bendung Karet KBB

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana tengah menyelesaikan pembangunan sejumlah infrastruktur pengendali banjir di Kota Semarang salah satunya yakni bendung karet di sungai Kanal Banjir Barat (KBB). 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kunjungan kerjanya ke Semarang, pada Jumat malam (28/9/2018) mengecek progres pembangunan bendung yang nantinya berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, serta penggelontoran (flushing) sedimen sungai untuk pengendalian banjir di wilayah barat Kota Semarang.

"Progresnya sudah sekitar 54 persen, dari 4 span (karet bendung), saat ini sudah terpasang 2 buah. Direncanakan pada hari Selasa nanti akan dibuka penutup bendungnya, dan mulai dibangun untuk sisi yang satu lagi. Diharapkan sekitar Januari 2019 sudah selesai pembangunannya," ujar Menteri Basuki. 

Pada saat musim hujan, air yang masuk di Sungai KBB akan ditahan bendung tersebut. Saat ketinggian air mencapai elevasi 2,5 meter, maka air langsung didorong oleh karet bendungan ke hilir sungai dan masuk ke laut. Sementara pada musim kemarau bendung karet sepanjang 155,5 meter tersebut juga berfungsi sebagai long storage yang dapat menampung sekitar 700.000 m3 air.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana Ruhban Ruzziyatno mengatakan, pengerjaan proyek pembangunan bendung karet KKB tersebut telah dilakukan sejak November 2017 lalu dengan nilai kontrak Rp 147,24 miliar. Konstruksi dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya dan Minarta. 

Dikatakan Ruhban, dengan tetap terjaganya air di sungai tersebut nanti dapat digunakan sebagai untuk pemenuhan kebutuhan air baku dengan potensi sebesar 100 liter/detik. "Terutama untuk menyuplai kebutuhan air bagi warga di wilayah Barat Kota Semarang," ujarnya.

Bendung karet KBB Kota Semarang  terletak kurang lebih 3 km di bawah Bendung Simongan atau sekitar 1 km di atas jembatan ringroad. Nantinya diharapkan bendung karet yang melintang di sungai KBB juga bisa menjadi area wisata air yang baru di wilayah tersebut. 

Ruhban mengatakan, teknologi karet pada bendung tersebut didatangkan langsung dari Amerika Serikat. Menurutnya dari sisi teknologi, masa umur pakai karet tersebut lebih lama karena terlindungi panel baja. Selain itu waktu untuk menaikkan dan menurunkan muka air lebih cepat daripada bendung karet tanpa panel baja dan dapat dioperasikan sesuai kebutuhan atau elevasi muka air yg diinginkan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

President University

Senin, 18 November 2019 - 21:53 WIB

Respon Nyata President University dalam Upaya Menyongsong Bisnis Era Industri 4.0

ikarang. Perkembangan bisnis yang sangat pesat terutama menghadapi revolusi industry 4.0 diprediksi akan membuat persaingan akan semakin ketat dan sulit kedepannya.

Jababeka

Senin, 18 November 2019 - 21:40 WIB

Cikarang Surganya Pabrik, Apartemen dan Mall

Cikarang, Merupakan salah satu daerah yang terletak di daerah Jawa Barat tepatnya di kota Bekasi yang menjadi tujuan orang untuk memperoleh pekerjaan.

realme X2 Pro

Senin, 18 November 2019 - 21:39 WIB

Pasar Smartphone Flagship Tanah Air Harus Siap Menyambut realme X2 Pro, Pesaing Baru dari realme

Menyediakan empat lensa berbeda-beda untuk dapat mewujudkannya, realme akan menyediakan pembidik utama dalam besaran resolusi yang mencapai 64MP.

CIMB Niaga - foto IST

Senin, 18 November 2019 - 19:02 WIB

2019, CIMB Niaga Bidik Penerbitan Obligasi Rp1 Triliun

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menyelenggarakan Paparan Publik Tahunan 2019 dan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan III Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2019 serta…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan kunjungan kerja ke Jepang dan Korsel

Senin, 18 November 2019 - 19:01 WIB

Terbang ke Jepang dan Korsel, Menperin Bakal Bawa Pulang Investasi Senilai USD 5 Miliar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan investasi di sektor industri manufaktur, terutama yang menjadi prioritas dalam Making Indonesia 4.0. Adapun dua negara yang…