INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya optimis Indonesia dapat mengejar ketertinggalan Indonesia dengan Thailand di sektor pariwisata.

"Saya yakin lima tahun ke depan kita bisa kalahkan Thailand," kata Menpar seusai acara Rakornas Pariwisata III tahun 2018 di Jakarta (26/9/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Menpar Arief Yahya turut menjelaskan apa yang menjadi penyebab utama sektor pariwisata Indonesia tertinggal jauh dari Thailand. Salah satu penyebabnya adalah terkait persoalan akses turis asing.

"Sebanyak 2/3 orang atau 60 persen itu orang tidak mau transit, mereka inginnya direct flight," terangnya.

Oleh karena itu, Menpar menghimbau kalau mau destinasi utama dunia harus mempunyai Bandara Internasional.

Ia mencontohkan, Tanjung Lesung, Banten misalnya, kalau mau kesana lewat akses darat, saya perlu waktu 5-7 jam untuk sampai disana.

"Banten punya Bandara Internasional tapi di khususkan untuk orang-orang Jakarta dan sekitarnya. Kalau mau destinasi wisata kelas dunia, mau tidak mau harus ada Bandara Internasional-nya," tegas Menpar Arief Yahya.

Menurutnya, ada banyak hal yang bisa dipelajari dari sektor pariwisata Thailand, hak tersebut meliputi 3A yakni, akses, amenitas, dan atraksi.

"Thailand di dukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, pengembangan destinasinya juga baik, dan yang paling penting, mereka handal dalam hak pemasaran," katanya.

Selain itu, Menpar mengungkapkan, pemerintah dan media Thailand berintegrasi secara baik untuk menjaga citra negaranya di kancah internasional.

"Pemerintah mereka itu juga komitmen banget. Saya kasih contoh media di sana juga menjaga sekali pemberitaan buruk negaranya. Kalau ada kudeta juga mereka cepat sekali kan mengatasinya. Mereka juga sudah paham pentingnya pemberitaan di negaranya itu," tutupnya.