Asaki Tagih Janji Pemerintah Terbitkan Aturan Safeguard

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 07 September 2018 - 13:31 WIB

Ketua Umum Asaki, Elisa Sinaga (Foto: Herlambang/ Industry.co.id)
Ketua Umum Asaki, Elisa Sinaga (Foto: Herlambang/ Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI) menagih realisasi janji pemerintah yang belum juga  memberlakukan safeguard impor keramik yang seyogyanya akan dikeluarkan pada awal Agustus. Sebabnya, saat ini industri keramik dalam kondisi terpuruk akibat produk impor.

Hal itu diutarakan Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI), Elisa Sinaga kepada INDUSTRY.co.id, Jumat (7/9/2018) yang menyikapi kebijakan pemerintah dalam penyesuaian PPh impor 1.147 komoditas.

 “Kebijakan penyesuaian PPh salah satunya untuk keramik ini menurut saya dampaknya belum bisa banyak karena kena 20 persen saja masih bisa naik. Oleh karena itu, masih perlu safeguard yang diterapkan berbarengan,” ujarnya

Elisa menuturkan saat ini produksi ubin keramik China mengalami kelebihan pasokan yang sangat besar, sehingga perlu dibendung untuk melindungi industri dalam negeri. Apalagi, tambahnya, produsen keramik nasional memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Saat ini, tingkat utilitas pabrik-pabrik dalam negeri menurun hingga 60% dari kapasitas terpasang sebesar 580 juta meter persegi. Tekanan juga muncul dari harga gas yang tinggi.

Elisa menegaskan pihaknya bukan berarti anti impor karena dilarang oleh WTO dan untuk menciptakan persaingan. Yang diingin pelaku keramik dalam negeri adalah persaingan yang fair.

Selain itu, dia melanjutkan, industri dalam negeri perlu dijaga karena menyerap lapangan kerja. Terlebih bahan baku tercukupi dan kemampuan menyesuaikan produk sesuai dengan permintaan masyarakat dimiliki produsen domestik.

Elisa juga menyatakan produsen dalam negeri harus mampu bersaing tanpa ada pengamanan safeguard di masa depan karena bersifat sementara sehingga industri tidak bisa berlindung sepenuhnya pada kebijakan ini.

"Biasanya kan safeguard untuk 3--5 tahun, hanya sementara dalam menjaga keberlangsungan industri selama membenahi daya saing. Kami juga dorong industri keramik bisa bersaing tanpa safeguard, ini harus," ujarnya.

Sebagai informasi, keramik menjadi salah satu produk, dari 719 item, yang PPh impornya dinaikkan dari 2,5% menjadi 7,5%.

Selain 719 produk, hasil tinjauan pemerintah menyimpulkan perlu dilakukan penyesuaian tarif PPh Pasal 22 terhadap 210 item komoditas dengan tarif yang naik dari 7,5% menjadi 10% untuk barang mewah, termasuk mobil CBU dan motor besar, serta 218 item tarif PPh naik dari 2,5% menjadi 10%, berupa barang konsumsi yang sebagian besar bisa diproduksi di dalam negeri, seperti barang elektronik, keperluan sehari-hari (sabun, sampo, dan kosmetik), serta peralatan masak/dapur.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industri mainan anak (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 18 November 2019 - 15:45 WIB

Kemenperin Bakal Rebut Pasar Mainan Anak di AS

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China menjadi peluang bagi industri mainan anak dalam negeri untuk memperluas pasar ekspor ke AS.

Mesin Setor Tarik (CRM) BCA Pecahkan Rekor MURI

Senin, 18 November 2019 - 15:30 WIB

Mesin Setor Tarik (CRM) BCA Pecahkan Rekor MURI

Berkat performa yang solid dan transformasi digital mutakhir yang dibangun, BCA diapresiasi melalui penganugerahan Rekor Muri sebagai ”Bank Swasta Nasional yang Memiliki Jumlah Mesin ATM Setor…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Senin, 18 November 2019 - 14:05 WIB

Sampai Akhir Tahun 2019, Kemenperin Bidik Ekspor Industri Aneka Tembuh USD 4,66 Miliar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan ekspor industri Aneka dalam negeri mampu mencapai 10 persen pada akhir tahun 2019.

Dermaga IPCC (Foto Istimewa)

Senin, 18 November 2019 - 13:21 WIB

Aktifitas Bongkar Muat Alat Berat, Spareparts IPCC Melambat

Jakarta - Belum sepenuhnya pulih sektor pertambangan, perkebunan, maupun infrastruktur membuat permintaan berbagai alat berat masih cenderung stagnan. Bahkan masih menunjukan pelemahan. Kondisi…

PT Intiland Development Tbk (DILD)

Senin, 18 November 2019 - 13:01 WIB

Intiland Gandeng Tokopedia Untuk Pemasaran Perumahan Talaga Bestari

Kerjasama ini sekaligus juga sebagai upaya mengantisipasi perubahan habit transaksi para konsumen di era digital serta sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat luas dalam memperoleh informasi…