INDUSTRY.co.id -Jakarta- Pemerintah diyakini bisa mengatasi pelemahan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi akhir-akhir ini, kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto.

"Pemerintah sudah menyikapi ini dan sudah mengambil beberapa tindakan," kata Dito Ganinduto di Jakarta, Rabu.

Dito mencontohkan langkah yang dilakukan antara lain mengurangi impor BBM dengan mencanangkan penggunaan bahan bakar biodiesel B20 untuk solar.

Politisi Golkar itu juga menyatakan pihaknya juga sudah meningkatkan anggaran untuk Kementerian Perdagangan guna mengontrol harga sembako dan mengawasi impor.

Menurut dia, fenomena pelemahan rupiah tersebut terkait dengan pengaruh dari perang dagang antara AS-China yang dampaknya menimpa beberapa negara berkembang.

"Pelemahan yang sama juga menimpa Argentina dan Turki, jadi semua negara juga mengalami pelemahan," katanya.

Namun, ia juga mengingatkan agar pelemahan ini jangan dianggap enteng dan harus duperhatikan dengan serius.

Di tempat terpisah kepada Antata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyakini kebijakan ekonomi pemerintah bisa membantu stabilisasi nilai tukar rupiah, meski dampaknya belum terlihat dalam waktu dekat.

"Kita sudah bergerak, tapi secepat-cepatnya bergerak, respons di pasar tidak kalah cepatnya. Jadi artinya perlu waktu, sehingga kita percaya hari-hari ini kurs akan lebih tenang dibandingkan hari-hari kemarin," kata Darmin.