INDUSTRY.co.id - Jakarta - Rupiah merosot ke level terendah terhadap Dolar sejak krisis keuangan Asia 1998 di tengah ketegangan dagang yang memburuk.

 Hussein Sayed, Chief Market Strategist FXTM mengatakan, aksi jual brutal Lira Turki dan Peso Argentina juga sangat berperan pada depresiasi drastis Rupiah. USDIDR mencapai 14810 pada saat laporan ini dituliskan. Gejolak di Turki dan Argentina memicu ketidakpastian, sehingga mata uang pasar berkembang dapat semakin melemah.

"Walaupun Bank Indonesia menyatakan telah mengintervensi pasar valas dan pasar obligasi, tekanan eksternal dalam bentuk ekspektasi kenaikan suku bunga AS dapat terus memperburuk situasi bagi Rupiah," katanya di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

BI mungkin, lanjut dia,  terpaksa menaikkan suku bunga lagi guna berusaha menanggulangi depresiasi Rupiah.

"Kenaikan suku bunga mungkin dapat membantu Rupiah, namun juga dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.