INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pantai Pal Jaya, mungkin belum banyak dikenal masyakarakat. Padahal, wisata pantai ini tak jauh dari ibukota Jakarta. Berjarak sekira 10 kilometer dari Marunda, Jakarta Utara, Pantai Pal Jaya sangatlah direkomendasikan untuk menghabiskan hari libur sambil menatap pemandangan pohon mangrove.
Pal Jaya sendiri adalah nama sebuah desa yang terletak tak jauh dari lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar.
"Dulunya masyarakat sini nyebutnya Pal Busuk, karena di pantai ini ada bangkai kapal tenggelam," ujar Abdul Kodir, Ketua RT setempat saat berbincang dengan INDUSTRY.co.id, Rabu (8/2/2017).

Menurut Kodir, pada dekade 1990-an, sejauh mata memandang di Pal Jaya adalah hutan mangrove. Namun, karena kesadaran masyarakat rendah, akhirnya mangrove terus menyusut karena diubah menjadi tambak dan pemukiman.
Kini, Kodir dan organisasi pemuda setempat mulai menata hutan mangrove di Pal Jaya. Terlebih sejak Pemda Bekasi membangun jembatan dan meresmikan kawasan itu sebagai kawasan konservasi mangrove. Ada 8,5 hektare hutan mangrove yang bisa dijelajahi para wisatawan di kawasan ini.
Selain berkeliling di jembatan, yang disebut "Jembatan Cinta" para pengunjung juga bisa berperahu keliling hutan bakau. Sensasi berkeliling dengan sampan di Pal Jaya terasa seperti di hutan mangrove di Kalimantan.

"Iya, anak-anak remaja banyak yang ke sini karena pengen selfie di Jembatan Cinta terus jalan naik perahu," ujar Kodir.
Selain wisata, para pengelola hutan mangrove Pal Jaya juga bekerja sama dengan beberapa institusi pendidikan seperti LPDP dan UNJ untuk melestarikan mangrove. Para mahasiswa diajak menanam mangrove di sekeliling Jembatan Cinta yang masih terus dibenahi.
Untuk menuju Pantai Pal Jaya, wisatawan bisa menempuh rute melalui Cilincing, Jakarta Utara atau melalui Kota Harapan Indah Bekasi hingga tembus ke PLTGU Muara Tawar.(iaf)