Petani Sawit Kotawaringin Tunggu Kehadiran Presiden Jokowi

Oleh : Herry Barus | Kamis, 23 Agustus 2018 - 20:30 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Palangka Raya- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo direncanakan hadir ke Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, untuk melakukan penanaman perdana pohon kelapa sawit di kebun milik masyarakat yang masuk dalam program peremajaan.

Sekarang ini sedang dikomunikasikan kepada Gubernur Sugianto Sabran mengenai jadwal penanaman perdana program peremajaan kebun kelapa sawit di provinsi ini, kata Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rawing Rambang, di Palangka Raya, Kamis (23/8/2018)

"Setelah ada kepastian dari Gubernur mengenai kapan pastinya, baru akan kami sampaikan ke Pemerintah Pusat untuk disesuaikan dengan jadwal Presiden. Tapi, informasi yang kami terima, Presiden ingin hadir di penanaman perdana kelapa sawit itu," beber dia.

Pemerintah Pusat melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) membuat program peremajaan kebun kelapa sawit milik masyarakat di seluruh Indonesia. Untuk Provinsi Kalteng, program peremajaan itu ditargetkan seluas 10.223 hektare dan harus benar-benar milik masyarakat.

Rawing mengatakan, penanaman perdana tersebut dilaksanakan karena lahan seluas 1.031 hektare milik masyarakat, yang diusulkan Disbun Kalteng untuk mengikuti program peremajaan kebun sawit, telah diverifikasi dan divalidasi oleh BPDPKS.

"Kalau sudah selesai diverifikasi, maka setiap satu hektare kebun kelapa sawit milik masyarakat akan diberikan dana sebesar Rp25 juta. Dana itu lah yang dipergunakan untuk peremajaan kebun kelapa sawit," ucapnya.

Mengikuti program peremajaan kelapa sawit tersebut sifatnya berkelompok, dan diusulkan ke Pemerintah Kabupaten/Kota setempat. Untuk satu kelompok, minimal memiliki luas lahan sekitar 25 hektare.

Kategori yang dapat mengikuti yakni, pohonnya sudah sangat tua, dan produksinya relatif kecil. Misal, luas kebun kelapa sawit satu hektare, namun produksinya hanya dibawah 10 ton, makan perlu dilakukan peremajaan karena hasilnya sudah tidak sesuai dengan luasan.

"Program Pemerintah Pusat itu merata di seluruh kabupaten/kota se-Kalteng. Tapi untuk penanam perdana dilaksanakan di Kabupaten Kobar. Rencananya memang Presiden hadir," demikian Rawing

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.

(kiri) Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar

Senin, 16 Desember 2019 - 12:45 WIB

BRI Syariah Tingkatkan Potensi Bisnis Muhammadiyah

Jakarta--- BRIsyariah menandatangani nota kesepahaman bersama PP Muhammadiyah pada 16 Desember 2019. Penandatanganan tersebut dilakukan di Jakarta. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur…

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Senin, 16 Desember 2019 - 11:34 WIB

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Sebagai bagian dari kemitraan ini, Bluebird Group akan mendapatkan harga khusus untuk sejumlah tipe smartphone Nokia guna memastikan para pengemudi mendapatkan teknologi yang mereka perlukan…

Toni EB Subari, Direktur Utama Mandiri Syariah bersama Muhammadiyah

Senin, 16 Desember 2019 - 10:56 WIB

Mandiri Syariah Salurkan Pembiayaan Senilai Rp1,5 Triliun ke Muhammadiyah

Jakarta-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) perkuat kerja sama dengan Muhammadiyah melalui penyediaan fasilitas pembiayaan senilai total Rp1,5 triliun.