INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp16,5 triliun dari lelang enam seri Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan total penawaran masuk Rp34,3 triliun.

Advertisement

Keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa (14/8/2018) , menyatakan lelang tersebut telah memenuhi target indikatif yang ditetapkan Rp10 triliun.

Untuk seri SPN012181115, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,248 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 November 2018 ini mencapai Rp8,17 triliun.

Advertisement

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 5,1 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,1 persen.

Untuk seri SPN12190606, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,1 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 6 Juni 2019 ini mencapai Rp7,54 triliun.

Advertisement

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 6,0 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,75 persen.

Untuk seri FR0063, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3,95 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,86931 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2023 ini mencapai Rp6,7 triliun.

Advertisement

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 5,625 persen ini mencapai 7,77 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,25 persen.

Untuk seri FR0064, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3,1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,0698 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2028 ini mencapai Rp5,79 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,125 persen ini mencapai 7,96 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,25 persen.

Untuk seri FR0065, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,43982 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2033 ini mencapai Rp4,3 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,625 persen ini mencapai 8,3 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,75 persen.

Untuk seri FR0075, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,48357 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2038 ini mencapai Rp1,84 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 8,34 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 9,0 persen.

Sebelumnya, pemerintah menyerap dana Rp20 triliun dari lelang lima seri Surat Utang Negara pada Selasa (31/7) dengan total penawaran masuk mencapai Rp45,4 triliun.