INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.415-14.400. Pergerakan Rupiah yang dapat mengimbangi penguatan USD diharapkan dapat kembali terjadi seiring masih adanya sentimen positif dari dalam negeri. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah.

"Namun demikian, laju Rupiah juga akan diuji ketahanannya dalam menghadapi kenaikan USD sehingga pergerakannya juga terdapat peluang pelemahan. Untuk itu, diharapkan sentimen dari dalam negeri masih dapat positif untuk dapat mengimbangi sentimen global," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Katanya, kemarin kembali berlanjutnya kenaikan USD tampaknya tidak banyak direspon pelaku pasar dimana Rupiah mampu berbalik menguat. Pergerakan USD yang menguat seiring dengan harapan adanya pengenaan tarif impor tersebut akan membuat defisit neraca perdagangan AS dengan mitra dagangnya, terutama Tiongkok akan semakin mengecil.

Selain itu, laju USD juga terbantukan dengan adanya kenaikan data-data ketenagakerjaan. Di sisi lain, pergerakan Rupiah terbantukan dengan sejumlah sentimen dari dalam negeri a.l telah ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2018 Perlakuan Perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di bidang usaha pertambangan mineral oleh Pemerintah; perpanjangan perjanjian swaps antara Indonesia dan Australia untuk mengurangi ketergantungan USD; hingga harapan akan pasangan calon Presiden dan wakil presiden yang akan diterima pelaku pasar.