INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.438-14.422. Pergerakan Rupiah diperkirakan masih dapat bergerak positif dengan memanfaatkan melemahnya laju USD terhadap sejumlah mata uang utama dunia meski dari dalam negeri terdapat sentimen negatif.

"Pelaku pasar pun diperkirakan akan kembali melepas USD dengan memanfaatkan sudah tingginya nilai USD sambil mencermati berbagai sentimen yang ada. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (8/8/2018).


Sebelumnya, kata dia, pergerakan USD kembali melemah terutama terhadap sejumlah mata uang utama global seiring dengan mulai stabilnya pergerakan CNY yang sebelumnya cenderung terdepresiasi.

Pergerakan USD sebelumnya menguat seiring dengan sentimen perang dagang antara AS dan Tiongkok dimana meski pelaku pasar khawatir akan imbasnya namun, juga menilai dengan adanya pengenaan tarif impor akan membuat defisit neraca perdagangan AS akan kian mengecil.

Sementara itu, dari dalam negeri meski rilis cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan hingga US$ 1,5 miliar di akhir Juli 2018 dimana stabilisasi nilai tukar menjadi faktor dominan penurunan tersebut namun, laju Rupiah mampu bertahan naik.

"Tampaknya pelaku pasar memanfaatkan pelemahan USD tersebut dibandingkan merespon penurunan cadangan devisa," ujarnya.