Astra Agro Sasar Rusia Menjadi Pasar Baru

Oleh : Hariyanto | Selasa, 07 Agustus 2018 - 17:30 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Makassar- PT Astra Agro Lestari Tbk tengah menggarap Rusia sebagai pasar baru untuk ekspor minyak sawit (CPO, PKO dan turunannya termasuk oleochemical dan biodiesel) kedepan.

Adminstratur PT Mamuang Mamuju (anak perusahaan Astra Agro Lestari Tbk) Andi He Jaya ketika dikonfirmasi dari Makassar, Senin mengatakan pihaknya perlu mencari alternatif lain untuk mengantisipasi kondisi penurunan ekspor ke pasar utama sawit nasional saat ini seperti Amerika Serikat dan China.

"Jika permintaan ekspor menurun maka tentu stok minyak sawit menumpuk. Untuk itu kita mencari alternatif tujuan ekspor yang lain sekaligus agar tidak terlalu bergantung dari negara tersebut," katanya.

Keputusan mencari pasar baru tujuan ekspor minyak sawit Indonesia, kata dia, tentu saja juga terkait upaya pihak luar melalui kampanye-kampanye negatif terhadap kondisi lingkungan akibat dari perkebunan sawit nasional.

"Kita sudah tahu bersama kondisi itu(kampanye negatif terhadap sawit nasional). Makanya kita sengaja mencari negara yang bersedia menerima ekspor sawit kita kedepan," ujarnya.

Sementara terkait sejauh mana progresnya untuk menjinakkan kerjasama dengan Rusia, dirinya mengaku sudah ada langkah-langkah awal yang telah dilakukan.

"Sudah jalan pembicaraan awal. Kami berharap segera ada kabar baiknya,"jelas dia.

 Untuk perkembangan ekspor minyak sawit sendiri, lanjut dia, meskinada penurunan namun justru nilai ekpors di beberapa negara tetap mengalami  kenaikan.

 "Iya ada kenaikan ekspor minyak sawit nasional dibeberapa negara tujuan seperti halnya China, Amerika Serikat termasuk Pakistan,"sebutnya.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) yang dilansir Antara menunjukkan, secara keseluruhan, ekspor minyak sawit Indonesia termasuk biodiesel dan oleochemical pada semester I (Januari-Juni) 2018 ini turun sekitar 2 persen.

Jika dihitung tanpa oleochemical dan biodiesel, angka ekspor turun 6 persen menjadi 14,16 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar 15,04 juta ton.

Namun demikian, ekspor ke China, AS, Bangladesh, Pakistan, dan kawasan Timur Tengah justru naik antara 7 hingga 13 persen.  Angka ekspor ke China naik 23 persen, dari 1,82 juta ton periode yang sama tahun lalu menjadi 1,48 juta ton.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mayjen TNI MarSuhartono Dankormar

Sabtu, 07 Desember 2019 - 04:07 WIB

Peluang-Tantangan Korps Marinir dalam Era Revolusi Industru 4.0

Korps Marinir harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi khususnya industri militer. untuk itu para komandan satuan harus mampu membina anggotanya sehingga menjadi…

Paparan Asrena DanKomar pada Rapat Staf dan Komando Korps Marinir

Sabtu, 07 Desember 2019 - 03:00 WIB

Paparan Asrena Dankomar kepada Perwira Marinir Wilayah Surabaya

Asisten Perencanaan dan Anggaran Komandan Korps Marinir (Asrena Dankormar) Kolonel Marinir Asril Tanjung, menyampaikan paparan kepada Perwira Marinir Wilayah Surabaya di Ruang Rekreasi Batalyon…

Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM Jaenal Aripin

Sabtu, 07 Desember 2019 - 00:14 WIB

LPDB Dorong KUKM Manggarai Barat Hasilkan Produk Premium

Jakarta-Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB - KUMKM) bersinergi dengan sejumlah stakeholder dan lembaga terkait untuk meningkatkan kualitas koperasi…

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (ketiga dari kiri) dan Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana

Jumat, 06 Desember 2019 - 23:07 WIB

Grand Final IndiHome eSports League Lahirkan Pemain eSports Profesional Indonesia

Jakarta – Setelah berjalan hampir satu tahun terakhir, IndiHome eSports League telah sampai pada babak grand final yang digelar pada 6-8 Desember 2019 di Telkom Landmark Tower.

Peresmian Tol Kunciran-Serpong (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 06 Desember 2019 - 22:26 WIB

Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Kawasan Industri Jakarta dan Banten Akan Terintegrasi

Dengan diresmikanya tol ini, Presiden Jokowi mengharapkan akan memberi dampak pada percepatan investasi dan daya saing nasional meskipun ruas tol ini berada di Banten.