INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT. Bank HSBC Indonesia bekerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui Sampoerna University (SU) kembali mengadakan program edukasi Training for Trainers (ToT) bagi para dosen di bidang keuangan dan perbankan.
Sebanyak kurang lebih 60 dosen dari berbagai daerah di Indonesia mendapatkan pelatihan lewat modul financial keuangan yang up to date.
Modul ini juga merupakan modul FinTech pertama yang pernah dibuat di Indonesia, yang berfokus pada tiga topik mutakhir di bidang keuangan dan perbankan modern, yaitu microfinance, wealth management dan Financial Technology.
Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia, Nuni Sutyoko, menjelaskan, perkembangan ilmu keuangan dan perbankan merupakan salah satu fokus utama HSBC Indonesia, apalagi di tengah transformasi industri yang demikian cepat.
"Kami melihat perlunya penguatan edukasi bagi pengajar secara strategis, yang merupakan garda terdepan institusi pendidikan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia," kata Nuni melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Selasa (7/8/2018).
Nuni menambahkan, lewat modul pelatihan tersebut HSBC Indonesia ingin berbagi pengalaman dan kapabilitas sebagai praktisi industri. "Hal ini merupakan cerminan komitmen HSBC untuk senantiasa mendorong bisnis yang berkesinambungan dengan meningkatkan kualitas masyarakat, di manapun HSBC berada.” tambahnya.
Lebih lanjut, teknologi menjadi salah satu faktor yang tengah menjadi sorotan di dalam dinamika bidang keuangan dan perbankan modern.
Wahyoe Soedarmono, Project Manager Program Kerja Sama HSBC-PSF sekaligus ekonom dari Sampoerna University menjelaskan, untuk mampu menciptakan iklim industri yang kondusif di tengah disrupsi teknologi tersebut, diperlukan kolaborasi antar pemain industri.
"Termasuk pelaku industri konvensional seperti perbankan dan pelaku industri berbasis teknologi seperti FinTech," ungkapnya.
Berbicara mengenai kolaborasi antar pemain industri, lanjutnya, tentunya diperlukan pula lebih banyak lagi bankir yang memiliki kombinasi pengetahuan dan kemampuan di bidang perbankan konvensional dan FinTech.
Sayangnya, hingga saat ini jumlah institusi pendidikan setingkat universitas dengan konsentrasi keuangan dan perbankan modern masih terbilang minim.
“Lewat pelatihan berbasis modul yang up to date, kami berharap para dosen tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan pesat industri modern, sehingga dapat menciptakan efek multiplier terhadap kemajuan dunia pendidikan keuangan dan perbankan Indonesia,” tambah Wahyoe.