INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.482-14.469. Pergerakan Rupiah diharapkan masih mampu melanjutkan apresiasinya seiring masih adanya sentimen positif dari dalam negeri.
"Bahkan diharapkan jgua sentimen positif dari dalam negeri dapat mengimbangi sentimen global yang menunjukan USD masih cenderung terapresiasi dengan sentimen ancaman perang dagang tersebut. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah.," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (7/8/2018).
Tidak jauh berbeda dengan IHSG dimana pergerakan Rupiah mampu mengalami kenaikan di tengah kekhawatiran masih adanya permintaan atas USD seiring belum usainya perang tarif dagang antara AS dan Tiongkok.
Laju Rupiah mendapat sentimen positif dari adanya rilis pertumbuhan GDP Indonesia sebesar 5,27 persen pada kuartal dua 2018. Menkeu pun turut menyampaikan bahwa konsumsi dapat tumbuh tinggi karena upaya stabilisasi harga yang dilakukan oleh pemerintah serta adanya berbagai momentum seperti hari libur panjang, bulan puasa, hari raya Idul Fitri sampai pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13.
Sementara itu, dari pergerakan valas global, USD masih mengalami kenaikan seiring dengan makin meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap imbas perang dagang terutama dengan adanya rencana balasan Tiongkok yang akan mengenakan tarif tambahan impor sebesar 5 hingga 25 persen atas sejumlah barang impor AS senilai USD60 miliar.