INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dalam rangka menunjang perekonomian di Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melakukan peningkatan terhadap minat perusahaanperusahaan asing untuk menanam modal di Indonesia.
Namun, perusahaan asing seringkali hanya melirik kegiatan ekonomi di sektor-sektor yang spesifik seperti pembangunan, pariwisata, tambang, transportasi, dan lainnya. Padahal Indonesia memiliki banyak sekali potensi bisnis yang bisa ditawarkan ke para calon investor, salah satunya melalui perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Melihat hal ini, HSBC melakukan studi untuk Federasi Bisnis Singapura (Singapore Business Federation) guna mencari tahu lebih dalam tentang minat investasi perusahaan berbasis di Singapura terhadap potensi yang dimiliki oleh Indonesia. Studi ini dilakukan kepada 1036 perusahaan-perusahaan Singapura di luar negeri. 86% responden tergolong UKM yang beromset S$100 juta atau memiliki jumlah karyawan kurang dari 200 orang.
Dari hasil studi yang dilakukan, diperkirakan bahwa investasi oleh perusahaan-perusahaan berbasis di Singapura untuk kawasan ASEAN akan meningkat hingga tahun 2020, dan Indonesia menjadi salah satu penerima aliran investasi terbesar. Hal ini diperkuat oleh 81% responden perusahaan yang dilakukan survey menyatakan bahwa mereka sudah beroperasi di Indonesia (dengan persentase tertinggi setelah Malaysia sebesar 87%) dan 37% memiliki keinginan untuk meningkatkan ekspansi mereka dalam dua tahun ke depan ke Indonesia.
Peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi dari Singapura adalah kabar baik mengingat Singapura sudah menjadi sumber investasi terbesar di Indonesia. Singapura memegang 23% dari total investasi langsung di dalam Indonesia, yang tertinggi di antara semua negara menurut IMF
Konsumen dan kemudahan bisnis mendorong investasi ke Indonesia
Pasar konsumen yang terus tumbuh dan iklim investasi secara keseluruhan merupakan pendorong utama bagi investasi masuk ke Indonesia, Menurut laporan, 82% responden yang berekspansi di Indonesia menyebutkan potensi permintaan yang tinggi, dimana 66% dari mereka menyoroti keseluruhan iklim investasi dan 60% lainnya menyoroti kemudahan membangun hubungan.
Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan Indonesia, masih tersimpan beberapa dinding penghalang bagi investor untuk masuk
Di balik minat yang sangat kuat oleh para calon investor, kebanyakan dari mereka menyatakan keprihatinan atas beberapa kendala yang mungkin mereka hadapi apabila ingin melakukan penanaman modal ke negara-negara di ASEAN. Salah satunya yang paling utama adalah karena kondisi perekonomian dan politik yang dianggap kurang stabil, kurangnya pengetahuan tentang peluang pasar, dan persyaratan dan kesulitan dalam mendapatkan izin dan lisensi sebagai hambatan potensial untuk melakukan ekspansi bisnis ke ASEAN.
Hal ini terutama menjadi tantangan yang perlu diperhatikan bagi Indonesia yang tengah memasuki tahun politik. Sebagaimana yang telah diprediksikan sebelumnya, menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019 akan terjadi implikasi pada minat investor ke Indonesia.
Hasil dari survei SBF ini mencerminkan kepercayaan yang tumbuh untuk perekenomian Indonesia dari perusahaan-perusahaan yang berbasis di Singapura dan keinginannya untuk mendapatkan peluang pertumbuhan di Indonesia.
Catherine Hadiman selaku Commercial Banking Director dari PT. HSBC Indonesia yang menyatakan “Untuk itu, kami berharap survey ini dapat memberikan insights yang berharga bagi para pelaku bisnis dan pemerintah Indonesia tentang minat investasi yang dimiliki oleh para pengusaha di Singapura.”