INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.482-14.463. Pergerakan Rupiah diperkirakan masih terbuka peluang pelemahan seiring minimnya sentimen positif untuk mengangkatnya.

Analis Pasar Modal Reza Priyambada mengatakan,  di sisi lain, pergerakan USD yang menguat dengan memanfaatkan masih buntunya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok dapat berimbas pada kembali melemahnya Rupiah.

"Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," kata dia di Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Sebelumnya, belum adanya kabar kepastian kesepakatan dalam pertemuan antara AS dan Tiongkok dalam membahas permasalahan tarif dagang diantara keduanya membuat nilai mata uang USD kembali menguat. Imbasnya tentu membuat laju Rupiah kembali melemah. Belum tercapainya kesepakatan seiring dengan sikap Presiden Trump yang berusaha meningkatkan tekanan terhadap China untuk konsesi perdagangan dengan mengusulkan tarif 25 persen lebih tinggi atas impor Cina senilai USD200 miliar.

Di sisi lain, katanya, adanya pernyataan dari Menko Perekonomian, Darmin Nasution, dimana Pemerintah mengakui fundamental ekonomi memiliki kelemahan, yakni masih bergantung dengan asing.

"Sehingga ketika global mengalami tekanan, hal itu akan mudah mempengaruhi ekonomi Tanah Air turut membuat laju Rupiah kembali terhempas ke zona merah," katanya.