INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan Rp17,5 miliar pada tahun ini untuk program rumah khusus (Rusus) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (1/8/2018) , menjelaskan, alokasi sebesar itu tersebar di tiga lokasi yakni di Kota Bima sebanyak 90 unit untuk korban banjir 2016, Rusus nelayan di Poto Tano 40 unit dan Pulau Kaung 50 unit.
"Rumah khusus adalah program Kementerian PUPR yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan khusus, seperti nelayan, pemukiman kembali korban bencana/pengungsi, guru, tenaga medis, TNI/Polri dan petugas di daerah perbatasan dan pulau terpencil," kata Basuki.
Basuki memberikan contoh, di Pulau Sumbawa, Provinsi NTB, Kementerian PUPR pada 2017 telah selesai membangun 204 rumah khusus nelayan yang tersebar di tiga lokasi dan seluruhnya sudah dihuni.
Lokasi pertama adalah Rusus nelayan di Desa Tanjung luar, Kabupaten Lombok Timur sebanyak 52 unit. Kemudian 100 unit untuk nelayan di Desa Labuhan Jambu, Kabupaten Sumbawa dan 52 unit di Desa Hu'u, Kabupaten Dompu.
Total biaya pembangunan 204 Rusus tersebut sebesar Rp33,6 miliar.
Secara keseluruhan, data Kementerian PUPR menyebutkan, jumlah Rusus yang dibangun di provinsi itu oleh Kementerian PUPR pada 2016-2018 sebanyak 578 unit dengan total anggaran sebesar Rp74,4 miliar.