Dukungan Kementan Pada Program Food Estate di Kalimantan Tengah

Oleh : Wiyanto | Rabu, 01 Agustus 2018 - 08:00 WIB

Ilustrasi Sawah (Dok. Kementan)
Ilustrasi Sawah (Dok. Kementan)

INDUSTRY.co.id - Palangkaraya - Untuk mewujudkan Kalimantan Tengah sebagai Lumbung Pangan Nasional, pemerintah melaksanakan program pengembangan pangan secara luas atau Food Estate. Program yang dilaksanakan tahun 2018 ini, akan dikembangkan beberapa produk komoditas diantaranya padi organik, singkong dan tebu. Dibangunnya Food Estate ini untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan di daerah dan akhirnya mampu menjaga kestabilan harga pangan.

"Food Estate" artinya mendekatkan sentra produksi bahan pangan dengan konsumen, sehingga kebutuhan pangan lebih terjangkau. Kalimantan Tengah, mengalokasikan lebih dari 500 ribu ha lahan untuk pengembangan Food Estate, meliputi pengembangan padi organik 300.000 ha, pengembangan tebu 273.287 ha dan pengembangan singkong 40.000 hektar.

Untuk mendukung pengembangan program tersebut dilaksanakan Kajian awal mengenai Analisis Aspek Teknis dan Sosial Ekonomi Program Food Estate di Kalimantan Tengah, yang bertempat di Aula Bappedalitbang Prov. Kalteng. Seminar dibuka Kepala Bappedalitbang Prov. Kalteng yang dihadiri para Dinas terkait Prov. Kalteng, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya, Dewan Riset Daerah Prov. Kalteng, Bappeda dan dinas terkait dari Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Bappedalitbang Prov. Kalteng dengan LPPM Universitas Palangka Raya.

Kepala BPTP Kalimantan Tengah (Dr.F.F.Munier) yang juga bertindak sebagai ketua tim dalam kajian tersebut mengatakan bahwa program food estate ini dibuat untuk mendukung Ketahanan Pangan, proyeksinya juga diarahkan pada produksi usaha pertanian tanaman pangan dan perkebunan serta untuk pemenuhan ketanagakerjaan termasuk program transmigrasi yang akan dibuka kembali di Kalimantan Tengah.

"Balitbangtan dalam hal ini BPTP kalteng memberikan rekomendasi terkait arah dan pengembangan program ketahanan pangan tersebut dari aspek teknis dan sosial ekonominya," katanya di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Sementara itu menurut Kepala Bapedalitbang provinsi Kalimantan Tengah (Ir. Yuren S Bahat,MT) yang juga hadir saat acara seminar tersebut mengatakan bahwa untuk mendukung terlaksananya program tersebut, dengan dukungan pemerintah pusat juga akan dilaksanakan pengembangan infrastruktur pendukung, khususnya sarana transportasi jalan darat.
Di masa mendatang, Kalteng akan menjadi lumbung pangan nasional. 'Kemandirian pangan nasional dimulai dari Kalteng,” katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Prajurit Marinir Surabaya Jaga Stamina Tubuh dengan Bermain Bulutangkis

Rabu, 03 Juni 2020 - 03:00 WIB

Prajurit Marinir Surabaya Jaga Stamina Tubuh dengan Bermain Bulutangkis

Dalam rangka menjaga dan meningkatkan stamina dan imunitas tubuh guna menangkal virus corona (Covid-19), prajurit ‘Gurita Cakti’ (sebutan Yonif 5 Marinir) melaksanakan pembinaan fisik dengan…

Fenny Sweety, Konsultan Diet Sehat asal surabaya

Rabu, 03 Juni 2020 - 02:53 WIB

Konsultan Cantik Asal Surabaya Ini, Punya Saran Dasyat Hadapi New Normal

Jakarta-Setelah lama memberlakukan karantina atau istilah kerennya work from home (WFH), Pemerintah tengah mempersiapkan Indonesia memasuki fase new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi…

Alvin Suryohadiprojo

Rabu, 03 Juni 2020 - 01:55 WIB

Soal Perusahaan Rintisan, Lawyer Ganteng Ini Punya Tiga Jurus Pendekatan Agar Mood Investor Tetap Tinggi

Jakarta-Dalam sepuluh tahun terakhir, perkembangan bisnis startup di Indonesia dapat dikatakan cukup pesat didukung oleh kemajuan teknologi digital serta tumbuhnya pengguna internet di tanah…

Pemprov Jabar kerjasama dengan Telkom University dan Cisco

Selasa, 02 Juni 2020 - 21:26 WIB

Pemprov jabar Gandeng Telkom University dan Cisco Wujudkan Kota Cerdas di Tengah Pandemi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Telkom University, dan Cisco setuju untuk berkolaborasi dalam inisiatif Kota Cerdas, yang salah satunya mendukung Ketahanan Pelayan Publik dalam menghadapi COVID-19…

Aktifitas bongkar muat pelabuhan

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:19 WIB

PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) Berhasil Cetak Pendapatan Rp3,5 triliun Periode Januari-April 2020

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC membukukan pendapatan sebesar Rp. 3,5 triliun selama periode Januari-April 2020. Dengan capaian ini, IPC masih optimistis pendapatan usaha perseroan…