INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memilih untuk menjaga rasio pencadangan risiko kredit yang ditunjukkan dengan NPL Coverage Ratio di level yang sama dengan Juni tahun lalu diatas 180%.
"Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah, yakni NPL Gross BRI, yang tercatat sebesar 2,41 persen," ujar Direktur Utama Bank BRI Suprajarto di Jakarta, Selasa (31/7/2018).
Sementara itu, kata dia, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI berhasil tumbuh sebesar 9,11 persen ke posisi Rp 838 Triliun di Triwulan II 2018 dari posisi Rp 768 Triliun di Triwulan II 2017.
Menurut dia, tingkat pertumbuhan tersebut jauh diatas tingkat pertumbuhan DPK Nasional pada akhir Juni 2018 yang tercatat sebesar 6,99 persen (data OJK).
Kinerja bisnis yang positif diatas juga ditunjang oleh peningkatan efisiensi operasional perusahaan. Rasio BOPO Bank BRI di akhir Juni 2018 tercatat sebesar 72,0 persen, lebih rendah dibandingkan dengan BOPO di posisi akhir Juni 2017 yakni 73,4 persen. “Dengan fundamental kinerja yang kuat, Bank BRI optimistis mampu mencapai target di akhir tahun,” pungkas Suprajarto.