PGN Dorong Melenial Kuasai Teknologi Energi Terbarukan

Oleh : Hariyanto | Senin, 30 Juli 2018 - 11:45 WIB

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) (Foto Istimewa)
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) (Foto Istimewa)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendorong generasi milenial menguasai pengembangan teknologi khususnya energi terbarukan.

"Menambah wawasan dan memberikan motivasi bagi generasi muda generasi milenial dalam menjalankan roda pemerintahan serta bisnis di masa depan salah satu hal yang kami harapkan," ujar Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama di Jakarta, Senin (30/7/2018)

Salah satu bentuk dukungan adalah menyelenggarakan acara "PGN Leadership Camp 2018" melalui seminar nasional bertajuk "Peran Pemuda Millenial sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan melalui Upaya Kemandirian di Bidang Energi, Kewirausahaan, dan Wawasan Kebangsaan".

Dalam seminar tersebut, Direktur Utama PT Permata Graha Nusantara, yang merupakan anak perusahaan PGN yang bergerak di bidang jasa dan services, Baskara Agung Wibawa menjadi pembicara, bersama Wakil Rektor Undip Bidang Komunikasi dan Bisnis, Budi Setiyono dan Ketua Dewan Pengawas KSE Satriadi Indarmawan.

Dihadapan 224 anak muda yang menjadi peserta seminar, Baskara mengatakan salah satu tugas utama generasi milenial Indonesia adalah menciptakan kemandirian di bidang energi dalam jangka panjang. Menurutnya, tugas tersebut jauh lebih kompleks dibandingkan yang dilakukan oleh para pendahulu mereka.

Pasalnya, para pemuda dituntut untuk bisa menguasai teknologi guna memproduksi energi baru dan terbarukan yang terkandung di dalam negeri.

Energi yang tidak akan habis karena diproduksi secara alamiah seperti panas bumi, energi angin, maupun energi air itu nantinya akan menggantikan peran energi berbasis minyak bumi yang selama ini banyak diimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Dalam 10-12 tahun ke depan minyak bumi Indonesia diperkirakan akan habis. Sehingga Indonesia akan sangat bergantung pada BBM impor. Agar Indonesia bisa daulat energi, tugas generasi 'zaman now' adalah mempelajari teknologi pengembangan energi terbarukan di Indonesia, karena suatu saat pasti mereka yang menguasai ilmu tersebut banyak dibutuhkan," kata Baskara.

PGN berupaya mewujudkan visi kemandirian energi pemerintah dengan memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai energi baik yang ramah lingkungan ke masyarakat.

"Kepada calon pelanggan rumah tangga maupun industri, kami selalu mengampanyekan bahwa gas bumi ini memiliki emisi gas buang dan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan energi fosil atau BBM. Sehingga semakin banyak yang tertarik untuk memanfaatkan gas bumi," katanya.

Menurutnya, tantangan utama bagi PGN dalam menambah jumlah pelanggan adalah pembebasan lahan untuk membangun pipa transmisi dan distribusi gas bumi.

Ia meyakini kesulitan tersebut dapat teratasi dengan adanya integrasi PT Pertamina Gas (Pertagas) ke PGN. Sebab, infrastruktur jaringan pipa yang selama ini dibangun secara terpisah oleh dua perusahaan hilir gas terbesar di Indonesia, kini bisa disatukan menjadi lebih luas lagi.

Sampai akhir kuartal I 2018, panjang pipa gas yang dimiliki PGN mencapai lebih dari 7.453 km atau setara dengan 80 persen pipa gas bumi nasional. Dari infrastruktur tersebut, PGN menyalurkan gas bumi ke 196.221 pelanggan industri maupun rumah tangga.

Sementara panjang pipa yang dikelola Pertagas mencapai 2.438 km. Dengan integrasi kedua perusahaan tersebut, maka akan menguasai infrastruktur jaringan pipa gas bumi di Indonesia sebesar 96 persen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pabrik Petrokimia

Sabtu, 20 April 2019 - 13:05 WIB

Arab Saudi Bakal Bangun Pabrik Petrokimia Senilai Rp84,31 Triliun di Indonesia

Pemerintah Arab Saudi siap menambah investasinya di Indonesia dengan mendirikan pabrik petrokimia senilai USD6 miliar atau setara Rp84,31 triliun.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto:Ridwan)

Sabtu, 20 April 2019 - 12:05 WIB

Usai Pemilu, Menperin Optimis Investasi Industri Kian Agresif

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku optimistis akan terjadi peningkatan investasi dan ekspansi di sekkor industri manufaktur seusai penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun…

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 20 April 2019 - 11:17 WIB

Koku Raih Pendanaan Pra-Seri A Sebesar US$2 Juta Dari Co-Founder Tencent

Pendanaan Pra-Seri A ini dipimpin oleh Jason Zeng, Co-founder Tencent Holdings dan pendiri perusahaan angel investment asal China, Decent Capital.

Perkebunan kelapa

Sabtu, 20 April 2019 - 11:05 WIB

Kemenperin Pastikan Bisnis Industri Olahan Kelapa di Indonesia Masih Sangat Prospektif

Bisnis industri pengolahan kelapa di Indonesia masih prospektif dan terus berkembang di beberapa wilayah seperti Riau, Sulawesi Utara, Gorontalo, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan…

Oppo F11 Pro (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 20 April 2019 - 10:59 WIB

Masa Pre-order Selesai, Smartphone Oppo F11 Sudah Tersedia di Pasar Indonesia

Perangkat Oppo F11 menjadi favorit karena kemampuan kamera belakangnya untuk mengambil foto portrait memukau dalam gelap, memori besar, pengisian daya cepat, serta harganya yang cukup terjangkau,…