INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.422-14.409. Pergerakan Rupiah yang mampu memanfaatkan sentimen yang ada terutama dengan pergerakan USD yang sedang melemah diharapkan dapat bertahan sehingga memperbesar peluang Rupiah untuk kembali melanjutkan pergerakan positifnya.
"Meski demikian, tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Senin (30/7/2018).
Kemarin, pergerakan USD masih kembali melanjutkan pelemahannya terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya meskipun terdapat rilis positif dari angka pertumbuhan GDPnya di level 4,1 persen. Meski sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar namun, pelaku pasar masih adanya kekhawatiran akan pertumbuhan di semester berikutnya terutama dengan masih adanya ancaman perang dagang antara AS dan Tiongkok sehingga membuat laju USD kehilangan momentum.
Sementara itu, dari dalam negeri, laju Rupiah kembali mampu memanfaatkan sentimen USD tersebut dan bergerak menguat. Setelah sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan BI menyampaikan rencana kebijakan untuk meredam pelemahan Rupiah
Kali ini Presiden Jokowi juga turut menyampaikan akan membujuk pengusaha besar untuk mau memulangkan devisanya ke Indonesia. Langkah-langkah ini cukup mendapat respon positif pelaku pasar sehingga Rupiah bisa bergerak positif.