Penilaian Kinerja PLN Harus Masukkan PSO

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 28 Juli 2018 - 11:00 WIB

PLN Ilustrasi
PLN Ilustrasi

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pengamat sektor energi Fahmy Radhy mengatakan penilaian terhadap kinerja PLN juga harus melalui berbagai variabel termasuk berdasarkan dengan penugasan PLN untuk memenuhi kewajiban "Public Service Obligation" (PSO).

"Penilaian kinerja PLN itu seharusnya juga harus memasukkan variabel kinerja PLN dalam dalam menjalankan PSO," kata Fahmy Radhy dalam keterangan tertulisnya, Kamis 26/7/2018)

Fahmy memaparkan, variabel tersebut termasuk juga program Tarif Listrik Satu Harga, Tingkat Elektrifikasi, Pencapaian Proyek 35.000 MW, serta kontribusi PLN dalam penyediaan listrik di sektor industri, bisnis dan rumah tangga.

Untuk itu, ujar dia, kerugian PLN pada kuartal I/2018 tidak bisa dijadikan indikator satu-satunya dalam menilai kinerja PLN, lebih-lebih hanya didasarkan pada kerugian satu kuartal saja.

Ia mengingatkan bahwa sebagai BUMN Startegis yang menjalankan PSO, penilaian kinerja PLN mestinya tidak semata-mata didasarkan atas pencapaian kinerja keuangan saja, tetapi juga didasarkan atas pencapaian kinerja dalam menjalankan PSO.

Dengan demikian, lanjutnya, semestinya tidak hanya kerugian PLN kuartal I/2018 saja yang digunakan sebagai indikator dalam penilaian kinerja PLN, tetapi juga harus dinilai dari peningkatan total pendapatan PLN mencapai Rp65,07 triliun pada kuartal I/2018.

Pasalnya, kenaikan pendapatan penjualan setrum itu mencerminkan adanya peningkatan pertumbuhan konsumsi listrik, yang rata-rata mencapai 7,42 persen hingga April 2018. Data juga menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan konsumsi listrik sektor industri mencapai 6,11 persen dan sektor bisnis mencapai 6,1 persen pada April 2018.

Sebagaimana diwartakan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memprioritaskan pembangunan serta pemerataan elektrifikasi di wilayah Indonesia bagian timur sebagai target capaian rasio kelistrikan Nusantara.

"Ini sudah bukan bisnis lagi, melainkan tugas dari negara kami harus melengkapi listrik Indonesia Timur," kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat Perusahaan Listrik Negara (PLN) I Made Suprateka di Jakarta, Rabu (18/7).

Saat ini menurutnya di wilayah Indonesia timur sedang disiapkan berbagai infrastruktur penunjang untuk mengejar ketertinggalan dibandingkan Indonesia wilayah barat.

Menurut Made, informasi bahwa keuntungan secara bisnis PLN terus menurun tidak sepenuhnya benar, sebab selain memikirkan keuntungan bisnis, PLN harus memikirkan target elektrifikasi seluruh Indonesia.

Jadi pada kondisi daerah yang sudah memiliki kondisi listrik surplus tetap dibangun jaringan untuk mendulang keuntungan sebesar-besarnya, kemudian keuntungan tersebut digunakan untuk menutupi biaya pembangunan jaringan di wilayah timur yang lebih mahal karena kondisi alam yang berbeda.

Tantangan membangun di wilayah Indonesia timur adalah belum banyaknya tersedia infrastruktur pendukung, seperti jalan darat yang masih terjal untuk dilalui ketika membawa material membangun jaringan.

Menurutnya di daerah terluar ataupun perbatasan targetnya semua harus teraliri listrik, walaupun hanya memiliki pelanggan atau jumlah penduduk yang sangat minim setiap luas kilometer perseginya. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirut Bank BTN, Maryono, sedang memberikan penjelasan mengenai kondisi sektor properti pasca pilpres 2019 di Jakarta.

Rabu, 22 Mei 2019 - 23:58 WIB

BTN SIAPKAN RP14,58 TRILIUN SAMBUT LIBUR IDUL FITRI 1440 H

Jakarta-Untuk menjamin tercukupinya kebutuhan dana tunai bagi nasabah menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1440 H, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyiapkan dana sebesar Rp 14,58…

Segarkan Tubuh dan Jiwa dengan Varian Baru Fayrouz Kurma

Rabu, 22 Mei 2019 - 23:53 WIB

Segarkan Tubuh dan Jiwa dengan Varian Baru Fayrouz Kurma

Segarkan Tubuh dan Jiwa dengan Varian Baru Fayrouz Kurma

Manajemen PT Blue Bird Tbk [kiri- kanan] Andeka Putra (Chief Information Officer), Andrianto Djokosoetono ( Direktur) Noni Purnomo (CEO) Sigit P. Djokosoetono Purnomo Prawiro (Direktur) Sandy Permadi (Chief Finance Officer )

Rabu, 22 Mei 2019 - 23:02 WIB

Bluebird Tunjuk Noni Purnomo sebagai Direktur Utama PT Blue Bird Tbk

Jakarta-Sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan oleh PT Blue Bird Tbk pada hari Rabu, 22 Mei 2019, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta; Noni Purnomo…

Perayaan Idul Fitri (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 22 Mei 2019 - 21:00 WIB

Tujuh Perayaan Idul Fitri di Seluruh Dunia

Hari Raya Idul Fitri, hari raya keagamaan yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Kali ini, Agoda, salah satu agen perjalanan online yang paling…

Wiranto, Menkopolhukam (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 22 Mei 2019 - 20:00 WIB

Wiranto: Aparat Keamanan akan Bertindak Tegas

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyebutkan pemerintah sudah mengetahui dalang dari aksi kerusuhan yang terjadi pada Selasa malam (21/5/2019) hingga Rabu dini hari…