Pemerintah Perlu Peta Jalan Industri Rokok

Oleh : Herry Barus | Kamis, 26 Juli 2018 - 10:38 WIB

Foto Ilustrasi Pabrik Rokok
Foto Ilustrasi Pabrik Rokok

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pemerintah perlu menyiapkan peta jalan komprehensif industri rokok di dalam negeri, yang nantinya bisa memberikan jaminan berusaha industri dan juga perlindungan petani tembakau, kata ekonom INDEF Enny Sri Hartati.

"Peta jalan ini untuk bagaimana industri tersebut mempunyai pegangan dari hulu hingga hilir. Industri itu butuh pegangan," Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati dalam Diskusi Media Menyelamatkan Industri dan Pekerja Rokok Kretek Tangan, di Jakarta, Rabu (25/7/2018)

Dia mengatakan bahwa peta jalan yang harus disiapkan pemerintah perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dari Kementerian Kesehatan.

Salah satu yang harus menjadi perhatian adalah industri Sigaret Kretek Tangan (SKT), yang mengalami tren penurunan dalam waktu lima tahun terakhir. Pada 2013, pekerja sektor SKT tercatat sebanyak 262 ribu orang, yang kemudian turun dengan rata-rata 6,09 persen per tahun.

Pada 2017, tersisa 202 ribu pekerja pada sektor tersebut. Kontribusi tenaga kerja SKT terhadap total pekerja industri kretek menurun dari 85,9 persen menjadi 70,1 persen pada periode yang sama.

Lebih dari 85 persen tenaga kerja yang bekerja pada Industri Hasil Tembakau (IHT), bekerja di sektor SKT. Namun, dari sisi pangsa produksi, produksi Sigaret Kretek Mesin (SKM) mencapai 76 persen, sementara SKT sebanyak 18 persen pada 2017.

Selama 2013 hingga 2017 jumlah produksi SKT menurun secara kumulaif mencapai 22,63 persen. Penurunan SKT tersebut, mempengaruhi PDB minus 0,82 persen, upah riil minus 1,24 persen, inflasi 0,41 persen, konsumsi rumah tangga minus 0,96 persen.

"Perlu meniadakan regulasi yang membebani industri kelas menengah-kecil agar mampu berkompetisi dengan industri besar," kata Enny.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tambakau, Makanan dan Minuman, Sudarto, kepada awak media mengatakan bahwa penurunan pada sektor SKT tersebut memberikan dampak paling besar terhadap pekerja, yang umumnya adalah perempuan dengan pendidikan rendah.

"Mereka akan sulit bersaing jika ada kesempatan kerja lain. Harus ada upaya preventif untuk melindungi industri SKT," kata Sudarto.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

President Director PT. Fajar Gelora Inti, Ferdinand Gumanti (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 21 Agustus 2019 - 15:54 WIB

Rubah Marmer Lebih Artistik, Fagetti Hadirkan Teknologi Terbaru IndoBuildTech 2019

PT Fajar Gelora Inti (Fagetti) meluncurkan teknologi marmer terbaru di lndoBuildTech 2019 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada tanggal 21-25 Agustus 2019.

Arsitek Delution, hadir di acara IndoBuildTech Jakarta The 2nd Phase di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (21/8).(Andi Mardana)

Rabu, 21 Agustus 2019 - 15:36 WIB

Jakarta Architecture Installation Festival 2019 Hadir di JCC

Sebuah pameran mahakarya instalasi arsitek terkemuka di Hall A Jakarta Convention Center (JCC).

BNI Syariah di Islamic Tourism

Rabu, 21 Agustus 2019 - 15:36 WIB

BNI Syariah Gelar Acara Islamic Tourism Expo 2019

Jakarta - BNI Syariah menebar promo umroh murah dan beragam program menarik pada perhelatan Islamic Tourism Expo 2019. Pameran Umroh Haji & Wisata Halal terbesar dan terlengkap ini diselenggarakan…

Arena permainan olahraga di booth ISEF 2019 (Anto: Industry.co.id)

Rabu, 21 Agustus 2019 - 15:10 WIB

ISEF 2019, Gelar Lomba Berhadiah Rp50 Juta

Jakarta - Secara khusus, Dinas-dinas Pemuda dan Olahraga-Kemenpora dari berbagai wilayah di Indonesia berpartisipasi di ISEF sebagai representasi spirit dan komitmen peningkatan prestasi olahraga,…

Suasana di salah satu booth ISEF 2019

Rabu, 21 Agustus 2019 - 15:03 WIB

ISEF 2019 Resmi Digelar Pamerkan Produk dan Infrastruktur Olahraga

Jakarta - Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF), untuk keempat kalinya, satu-satunya event yang didedikasikan khusus sebagai sports Business platform di Indonesia, digelar di Jakarta Convention…