INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.532-14.494. Langkah BI untuk meredam pelemahan Rupiah melalui kebijakan moneter melalui penerbitan instrumen di pasar uang dengan adanya penerbitan SBI tampaknya belum banyak berimbas pada Rupiah.
"Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (25/7/2018).
Di sisi lain, kata dia, laju Rupiah masih lebih banyak merespon pergerakan mata uang global, terutama dengan berbalik melemahnya EUR dengan tekanan pada sentimen internalnya dan CNY seiring rencana devaluasi nilainya.
Laju Rupiha kembali mengalami pelemahan seiring imbas melemahnya laju EUR terhadap USD seiring dengan adanya kekhawatiran Uni Eropa akan terkena dampak dari kebijakan pengenaan tarif impor oleh pemerintahan AS.
Di sisi lain, beberapa rilis data makroekonomi antara lain indeks aktivitas bisnis dan PMI UNI Eropa masih cenderung datar sehingga dikhawatirkan ekonomi Uni Eropa akan rentan dengan kebijakan pemerintahan AS tersebut. Di sisi lain, dari dalam negeri seperti yang disampaikan sebelumnya dimana masih cenderung minim sentimen positif sehingga laju Rupiah ikut mengalami pelemahan.