INDUSTRY.co.id - Jakarta – Perubahan peran menjadi seorang ibu bagi perempuan membawa sejumlah tantangan baru. Menjadi bahagia merupakan dambaan setiap orang tidak terkecuali seorang ibu.
Vera Itabiliana Hadiwidjodjo S.Psi., Psikolog anak dan keluarga mengatakan, menjadi ibu yang bahagia, satu hal yang perlu digaris bawahi terkait hal ini adalah bahwa menjadi bahagia itu pilihan. Bahagia itu adalah ketika seorang ibu, memilih untuk bahagia.
"Jadi bukan bahagia karena jalanan hari ini lancar, pagi tadi suami puji saya cantik, anak - anak dapat nilai sekian, bahagia bukan begitu. Karena akan sulit ketika kita menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain. Enggak akan pernah tercapai. Akan sulit kalau kita patokannya," ujar Vera pada acara diskusi Tantangan Ibu Baru Sekaligus Sambut Big Baby Fair 2018 yang di adakan Lazada, di Jakarta Selasa (24/7).
“Jadi inti dari menjadi bahagia adalah menerima apa yang kita miliki sekarang. Ada unsur bersyukur atas apa yang kita punya saat ini. Inilah dasar dari kebahagiaan itu," kata Vera.
Berikut 3 tips langkah praktis agar ibu menjadi bahagia menurut Vera Itabiliana:
1. Ibu harus memikirkan dirinya sendiri
Kebanyakan ibu, dikatakan Vera, selalu memikirkan orang lain. Seperti misalnya ada keluarga makan di restoran. Semua anggota keluarga sibuk memesan apa yang disukai, kecuali biasanya ibu. Makan makanan sisa anak saja, jadi tempat sampah, begitu kira - kira alasannya.
"Nah kalau mau mulai memperhatikan diri sendiri, ibu harus taking care herself, mengurusi diri sendiri, oh saya juga mau dong makanan ini itu. Mulailah dari hal - hal yang kecil seperti contoh ini. Kalau tidak habis? Kan bisa dibungkus. Jangan terlalu dipikirkan, jangan melulu mengurusi orang lain," ungkap Vera.
2. Turunkan standar terhadap diri sendiri
Ibu jaman now terkadang standarnya terlalu tinggi. Menurut Vera yang melihat tren ini, bahwa banyak ibu yang merasa harus mengerjakan dan mengurus semuanya sendiri. Tidak pakai ART, tidak pakai baby sitter, dan lalu merasa bangga.
“Jangan memaksakan melakukan semuanya sendiri. Kalau butuh bantuan, bilang butuh bantuan. Jangan gengsi," jelasnya
3. Turunkan standar terhadap orang lain
Sama halnya dengan standar kita terhadap orang lain, juga harus sama diturunkan. Vera memberi contoh, ada ibu yang berharap suaminya bisa bangun pagi bersamaan dengan dirinya, tapi kenyataannya tidak bisa. Maka turunkan standar bangun pagi suami, misal, sama dengan anak - anak saja.
"Andai tetap menginginkannya, pastikan disepakati sebelum tidur dengan pasangan. Komunikasikan dengan baik, jangan sampai malah jadi ada drama pagi hari," imbuhnya.