Kementerian ESDM Siap Keluarkan Permen Dorong Seltor PLTS

Oleh : Dina Astria | Sabtu, 21 Juli 2018 - 11:29 WIB

PLTS Ilustrasi (ist)
PLTS Ilustrasi (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral siap mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM terkait upaya mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Sudah ada, sekarang sudah sampai Pak Menteri, tinggal dibaca saja, mudah-mudahan besok selesai," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana kepada Antara di Jakarta, Kamis (19/7/2018)

Ia juga memberikan kisi-kisi mengenai poin pengaturan Permen tersebut. Poin tersebut juga sudah dibaca dan disepakati oleh para pemangku kepentingan.

Pertama, mengenai kapasitas, kedua mengenai target dari pelanggan atau pengguna dari Permen tersebut. "Rumah tangga jelas diatur, pengguna bisnis, pemerintahan dan industri. Apakah semuanya perlu didorong untuk diatur. Ini menunggu kesiapan dari pemetaan PLN, karena gardunya juga masih terbatas," kata Rida.

Mengenai lokasi pamasangan adalah wajib dipasang di atap bangunan, dengan luas wilayah tidak terbatas, namun kapasitas tetap dibatasi.

Ketiga mengenai transaksinya, tarifnya harus diatur. Jika dimulai dari PLN maka Tarif Dasar Listriknya (TDL) harus diatur.

"Kemudian kalau dijual lagi, itu ada regulasinya lagi, ada sekitar tiga hal, namun masih belum saya bocorkan, masih menunggu pertimbangan Pak Menteri," katanya.

Selain itu hal lainnya juga akan diatur seperti keselamatan, atau standard kelengkapan, fungsi dari pelanggan, dan posisi PLN sendiri sebagai apa nanti akan tertuang dalam Permen tersebut.

Pada kesempatan yang lain, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi menilai perlu adanya regulasi dari Kementerian ESDM yang mengatur tentang kewajiban memasang teknologi panel surya fotovoltaic (solar rooftop).

Rinaldy saat dihubungi di Jakarta, Kamis, mengusulkan bahwa rumah mewah dan bangunan komersial harus memasang panel surya sebanyak 25 persen dari seluruh atapnya. Selain itu, perkantoran pemerintah 30 persen atapnya juga perlu ada kewajiban memasang panel surya atap. Dengan begitu, bauran energi terbarukan dengan pemanfaatan energi surya dapat ditingkatkan.

"Tujuan RUEN membentuk aturan ini adalah untuk menciptakan pasar. Bahkan ada klausul juga yang menyatakan seluruh penerangan jalan menggunakan solar cell. Kalau itu dilaksanakan, sudah luar biasa energi terbarukan kita," katanya.

Dengan adanya kebijakan tersebut, industri dan pasar di sektor energi baru terbarukan khususnya listrik surya atap akan tercipta dengan sendirinya.

Dia mengatakan bahwa sistem pembangkit listrik yang saat ini bersifat "integrated power plant" akan mengarah pada "isolated power plant" di mana setiap individu atau pengguna listrik sudah memiliki cadangan listriknya masing-masing.

Menurut perkiraan dunia seperti yang dikatakan Rinaldy, tren energi listrik bersumber dari energi fosil saat ini akan beralih ke energi baru terbarukan lebih cepat dari yang diperkirakan, yakni pada 2025.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelatih Bima Sakti

Minggu, 12 Juli 2020 - 17:00 WIB

Pelatih Bima Sakti Puas Pemain Timnas U-16 Sudah Beradaptasi

Tim Nasional Indonesia U-16 terus mengasah permainan pada pemusatan latihan (TC) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Sepekan sudah anak asuh Bima Sakti tersebut menjalani TC yang kali ini…

Pelatih Persib Robert Alberts(Foto Ist)

Minggu, 12 Juli 2020 - 16:00 WIB

Pelatih Persib Robert Alberts Gowes Sepeda Berkeliling Bandung

Akhir-akhir ini, pelatih PERSIB Robert Alberts selalu meluangkan waktunya untuk bersepeda di sekitaran Kota Bandung. Hobi 'gowes' pelatih berkebangsaan Belanda ini ternyata tidak muncul secara…

Kusuma Ida Anjani, Mustika Ratu Business Development, Innovation & SPA Director

Minggu, 12 Juli 2020 - 15:07 WIB

Taman Sari Royal Heritage Spa siap beroperasi di New Normal

Jakarta - Dunia usaha kini memasuki era new normal, dimana beberapa aktivitas bisnis diizinkan beroperasi kembali. Pemerintah telah menyiapkan kebijakan era new normal menggantikan kebijakan…

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro

Minggu, 12 Juli 2020 - 15:00 WIB

Sejumlah Tips Dokter Reisa Berolah Raga di Ruang Publik

Anjuran pemerintah dalam hal menjaga kesehatan tubuh di tengah pandemi COVID-19 belakangan ini sudah dilaksanakan oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari sudah banyaknya masyarakat yang memanfaatkan…

Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (Foto: @borobudurpark/Industry.co.id)

Minggu, 12 Juli 2020 - 13:00 WIB

Destinasi Wisata Jawa Tengah Kembali Menggeliat

Sebanyak 103 dari 690 tempat wisata di wilayah Jawa Tengah telah beroperasi secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan setelah berlaku tatanan normal baru.