INDUSTRY.co.id - Jakarta - Bank BTN memperbaiki Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah gross dari sebesar 3,23% pada semester I tahun lalu menjadi hanya 2,78% pada periode yang sama tahun ini.
"NPL gross terendah berhasil dicatatkan segmen KPR subsidi yang hanya sebesar 1,21%. Angka tersebut lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,66%," kata Direktur Utama BTN Maryono di Jakarta, Rabu (18/7/2018).
Untuk menjaga laju pertumbuhan kredit, katanya, Bank dengan kode emiten BBTN ini terus memupuk Dana Pihak Ketiga (DPK). Pada semester pertama tahun ini, DPK Bank BTN menembus Rp189,63 triliun atau naik 19,17% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, pertumbuhan simpanan Bank BTN tersebut berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan. Data OJK per Mei 2018 menunjukkan DPK industri perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 6.47% yoy. Pada struktur pendanaan Giro dan Tabungan masing-masing mencapai Rp48,63 triliun dan Rp39,46 triliun dengan pertumbuhan masing-masing 16,55% yoy dan 19,44% yoy.
“Kedepan, kami masih fokus untuk meningkatkan low cost fund,” kata Maryono.