INDUSTRY.co.id - Jakarta- Relawan Jaringan Kerja Rakyat Bersama Jokowi (Jangkar Bejo) berharap Presiden Joko Widodo bisa berpasangan dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dalam Pilpres 2019 mendatang.

"Jangkar Bejo memohon dan berharap semoga Bapak Jokowi bisa berpasangan dengan Bapak Airlangga Hartato sebagai Capres dan Cawapres 2019," ujar Wakil Ketua Umum Jangkar Bejo Helmi Djen dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

Menurut Jangkar Bejo, Airlangga Hartarto adalah figur yang tepat untuk menjadi Cawapres Jokowi. Alasannya, Pertama Airlangga Hartarto sosok yang secara politik mampu berkomunikasi secara baik dengan DPR RI sehingga tercipta stabilitas jalannya pemerintahan.

Kedua, Airlangga Hartarto selama ini telah membangun komunikasi yang baik dengan partai koalisi yang lain dan memiliki dukungan politik yang kuat karena merupakan Ketua Umum Partai Golkar.

Ketiga, memiliki visi yang kuat karena memiliki kemampuan teknokratis yang mumpuni, yang selama ini bisa menopang kinerja Jokowi-Jusuf Kalla.

Keempat, Airlangga Hartarto masih relatif muda, sehingga mereprentasikan pemilih milenial.

Kelima, sosok Airlangga Hartarto dinilai merupakan tipikal pekerja keras, cerdas dan tidak banyak bicara sehingga cocok mendampingi Jokowi.

"Karena Jokowi memerlukan sosok Wakil Presiden yang pekerja keras, cerdas dan tidak banyak bicara untuk mewujudkan visi dan misi selaku Presiden dalam memberdayakan, memberantas kemiskinan dan ketertinggalan untuk menyelesaikan semua persoalan sesuai Visi dan Misi Nawacita," jelas Helmi.

Helmi yang juga merupakan pengurus DPP Golkar Pemenangan Pemilu Maluku Utara itu menyatakan dukungannya agar Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum DPP Partai Golkar terus mengambil peran aktif membangun komunikasi dengan seluruh partai pendukung Jokowi untuk menyamakan dan menyepakati dalam mendukung Jokowi untuk periode kedua sebagai Capres pada 2019.

"Kami memandang bahwa apa yang dilakukan Bapak Airlangga Hartarto telah tepat dalam upaya untuk melakukan kesepahaman dan pemantapan diantara koalisi yang ada di pemerintahan Joko Widodo untuk menata dan bekerja sesuai dengan kesepakatan koalisi, untuk mewujudkan kinerja pemerintahan yang baik disisa waktu yang ada, dan partai politik tidak terlena dengan tarian politik yang sedang dimainkan oleh pihak lain selain koalisi pemerintahan Joko Widodo," jelas dia.

Jangkar Bejo memandang pentingnya dilakukan rembuk partai koalisi untuk menjaga keutuhan koalisi serta mendorong partai koalisi secara terang benderang menyatakan sikap politik dan bekerja secara utuh untuk menyukseskan kinerja Jokowi dan memenangkan pertarungan di 2019, agar visi dan misi yang diusung bisa berkelanjutan sesuai dengan target yang ditentukan.

Lebih jauh terkait pagelaran Pilkada yang telah berlangsung, Helmi mengatakan bahwa hasil sementara hitung cepat yang dirilis oleh beberapa lembaga survei dan KPU bisa dijadikan tolok ukur untuk mengukur siapa yang memenangi pertarungan dalam pilkada serentak itu, walaupun kepastiannya tetap menunggu hitung manual oleh KPU RI. Hasil pilkada ini, kata dia, akan diasosiasikan sebagai pertarungan menjelang perhelatan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

"Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan Jokowi-JK serta jajarannya baik Polri, TNI serta KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara pemilu atas kesuksesan mengantarkan proses demokrasi ini berjalan jujur, adil, aman, lancar, terbuka dan berkualitas. Inilah keberhasilan pemerintahan dalam menjaga jantung demokrasi bangsa ini dengan mewujudkan demokrasi yang bermartabat," jelas dia.

Jangkar Bejo juga memberikan apresiasi kepada partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK yang telah berhasil memenangi Pilkada, khususnya Partai Golkar dengan perolehan persentase kemenangan 52 persen atau melebihi target yang ditetapkan.