INDUSTRY.co.id - Jakarta-Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support 14368 dan resisten 14295.

Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada mengatakan, meski kenaikan suku bunga acuan merupakan sentimen sesaat untuk meredam gejolak Rupiah namun, diharapkan dapat membuka peluang kenaikan lanjutan.

"Sentimen dari dalam negeri lainnya turut dinantikan pelaku pasar terutama rilis data-data ekonomi di awal bulan. Di sisi lain, pergerakan EUR yang menguat setelah adanya kesepakatan terkait imigran turut diharapkan berimbas positif pada pergerakan Rupiah," katanya di Jakarta, Senin (2/7/2018).

Ia katakan, adanya pernyataan Menko Perekonomian, Darmin Nasution, bahwa kenaikan tersebut mengikuti perkembangan global yang ada dan antisipasi terjadinya capital outflow cukup direspon positif.

Sentimen dari dalam negeri lainnya turut dinantikan pelaku pasar terutama rilis data-data ekonomi di awal bulan. Di sisi lain, pergerakan EUR yang menguat setelah adanya kesepakatan terkait imigran turut diharapkan berimbas positif pada pergerakan Rupiah.

Meski laju suku bunga acuan telah dinaikan sebesar 50 bps atau sesuai dengan keinginan pasar untuk meredam pelemahan Rupiah lebih dalam namun, tidak banyak berimbas pada pergerakan Rupiah yang hanya naik tipis. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan dari potensi terjadinya perang dagang antara AS dan Tiongkok sehingga permintaan akan mata uang safe haven masih lebih besar.

Sementara itu, dari dalam negeri belum adanya sentimen terbarukan selain dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang memang ditunggu pelaku pasar.