INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk menargetkan dapat menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp71,2 triliun pada 2017, setelah pada 2016 perseroan merealisasikan KUR sebesar Rp69,4 triliun.
"Plafon kami Rp71,2 triliun dari total nasional Rp110 triliun," kata Direktur Bisnis dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BRI Muhammad Irfan di Jakarta, usai jumpa pers kinerja BRI 2016, Selasa (31/1/2017).
Penyaluran KUR tersebut juga diharapkan menopang pertumbuhan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah BRI yang ditargetkan minimal sebesar 14,3 persen.
Irfan menuturkan penyaluran KUR BRI akan sejalan dengan strategi pemerintah yang menyasar minimal 40 persen KUR disalurkan untuk sektor produksi pada tahun ini.
Seperti dilansir Antara, Direktur Utama BRI Asmawi Syam menjelaskan pada 2018 hingga beberapa tahun ke depan, BRI bahkan menginginkan porsi KUR untuk sektor produksi dapat lebih meningkat dibanding target 2017 yang sebesar 40 persen.
"Prioritas ke produksi ini agar kegiatan produksi untuk pasokan dalam negeri mencukupi, sehingga pada akhirnya impor untuk memenuhi kebutuhan akan berkurang," ujar Asmawi.
Selain itu, lanjut Asmawi, prioritas KUR sektor produksi juga untuk membuat industri dalam negeri menggeliat sehingga dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja, ketimbang penyaluran KUR untuk sektor barang jadi seperti perdagangan.
Pada 2016, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp69,4 triliun terhadap 3,9 juta debitur. Sedangkan portofolio kredit UMKM BRI sebesar Rp458,4 triliun atau tumbuh 14,3 persen pada 2016.