INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri ancam copot PJ Gubernur Jawa Barat, Komjen Pol Iriawan bila tidak netral dalam proses pemilihan kepala daerah serentak yang berlangsung 27 Juni mendatang, khususnya di Jawa Barat.
"Lihat saja, kalau memang ada pelanggaran, mobilisasi dukungan terhadap salah satu calon dari polisi, besok pagi pun bisa diberhentikan," kata Sumarsono, Kamis, 21 Juni 2018 dalam keterangan resminya.
Sumarsono mempersilakan masyarakat mengawasi dan melaporkan jika Iriawan tak netral dalam pilkada. Kemendagri, kata dia, akan langsung memecat Iriawan apabila terbukti mendukung atau memobilisasi dukungan kepada salah satu calon kepala daerah dalam pilkada Jabar.
Kendati begitu, Sumarsono mengatakan hal itu kecil kemungkinan terjadi. Dia menyinggung hasil survei Anton Charliyan dan sekondannya, TB Hasanuddin, yang masih rendah hingga saat ini.
Berdasarkan survei teranyar yang dilakukan Indo Barometer pada 7-13 Juni 2018, pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) mendapatkan suara 5 persen, terendah dibandingkan tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan pelantikan Iriawan tidak ada korelasinya dengan suara Hasanah.
Sumarsono mengatakan mobilisasi dukungan pun akan sulit dilakukan dalam H-6 penyelenggaraan pilkada serentak. "Jarak beberapa hari dengan posisi hasil survei seperti ini kan enggak mungkin mobilisasi itu," ujarnya.