Tim Gabungan Hentikan Sementara Pencarian Korban KM Sinar Bangun

Oleh : Herry Barus | Kamis, 21 Juni 2018 - 06:40 WIB

Basarnas (Dok Industry.co.id)
Basarnas (Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Simalungun - Tim Gabungan pencari korban tenggelam para penumpang KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, pada hari ketiga, Rabu (20/6/2018) , menghentikan sementara pencarian pada pukul 18.00 WIB.

Pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan mengerahkan personel gabungan SAR, TNI, Brimob, BNPB, Polair berjumlah 200 orang dengan puluhan kapal termasuk milik warga mengitari luasnya danau.

Pada pukul 07.00 WIB, posko mendapat laporan dari warga adanya jasad mengapung di kawasan keramba jarung apung milik PT Japfa.

Tim melakukan evakuasi jasad berjenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Fahriyanti (47) warga Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara, setelah diidentifikasi tim DVI Polri yang berposko di RSUD Tuan Rondahaim Saragih, Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun.

Pukul 10.15 tim menemukan lagi jasad perempuan di kawasan Salbe memakai celana jeans kaos hitam dengan rambut pirang, dan sampai saat ini belum diketahui identitasnya.

Temuan lain berupa barang-barang yang diduga milik penumpang seperti satu helm, sandal, sepatu, tas kotak.

Basarnas dibantu beberapa kesatuan pada pukul 13.30 Wib menurunkan tim penyelam sebanyak 16 orang di koordinat titik tenggelamnya kapal, tetapi sampai batas waktu pukul 17.00 Wib, belum ada hasilnya.

Diketahui, KM Sinar Bangun berlayar dari Pelabuhan Simanindo Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun yang menjadi posko utama pada pukul 16.00 Wib.

Namun menjelang satu mil dari Pelabuhan Tiga Ras, kapal yang mengarungi Danau Toba dalam kondisi cuaca buruk, hujan dan angin kencang sehingga ombak diperkirakan setinggi dua meter, terbalik dan tenggelam.

Tidak diketahui manifes kapal, tetapi sampai hari ketiga sore, tercatat 192 nama dilaporkan pihak keluarga sebagai penumpang kapal tersebut dan belum ditemukan.

Sejauh ini tercatat tiga penumpang yang kesemuanya berjenis kelamin perempuan ditemukan meninggal, dan 18 selamat dari kecelakaan tersebut. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi (kemeja putih) didampingi Direktur BTN, Budi Satria (kanan), sedang berbincang-bincang dengan calon konsumen KPR BTN ketika sedang melakukan akad kredit di Medan, Sumatera Utara, Senin (22/04/2019).

Selasa, 23 April 2019 - 01:35 WIB

Bank BTN Gelar Akad Kredit Massal untuk 8.500 Unit Rumah Bernilai Rp1 Triliun

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), atau Bank BTN, menggelar akad massal untuk 8.500 unit rumah yang digelar secara serentak di seluruh kantor cabang perseroan dengan total nilai mencapai lebih…

Prince Hassan Resmikan Klinik Bantuan BAZNAS Untuk Pengungsi Palestina

Senin, 22 April 2019 - 21:01 WIB

Prince Hassan Resmikan Klinik Bantuan BAZNAS Untuk Pengungsi Palestina

Presiden Jordan Medical Aid For Palestinians (MAP), Prince El Hassan Bin Talal, meresmikan klinik bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk pengungsi Palestina di Yordania. “Klinik…

Traveloka Epic Sale 2019

Senin, 22 April 2019 - 20:46 WIB

Mudahkan Pengguna Wujudkan Impian Liburan Hari Raya, Traveloka Hadirkan EPIC Sale 2019

Para pengguna Traveloka sebentar lagi akan dapat menikmati potongan harga terbatas yang luar biasa melalui program khusus Traveloka Epic Sale. Program yang akan berlangsung pada tanggal 24-27…

Capres Prabowo Subianto (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 22 April 2019 - 20:30 WIB

Capres Prabowo Sakit, Tak Bisa Bertemu Utusan Capres Jokowi

Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo menyebutkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak bisa bertemu…

Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 22 April 2019 - 20:15 WIB

Kejar Target Pertumbuhan Industri 5,4 Persen, Ini Program Strategis Menperin

Kementerian Perindustrian terus berupaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) kompeten terutama yang siap menghadapi era industri 4.0.