INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pengembangan industri pariwisata di Indonesia mulai diminati para investor asing maupun domestik. Hal ini tentu saja berdampak pada kesejahteraan para pelaku industri di daerah maupun meningkatkanya kunjungan wisatawan mancanegara maupun pergerakan wisatawan nusantara.
Dadang Rizky Ratman, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, mengatakan dikutip data dari BPKPM, "Investasi di sektor pariwisata rata-rata mengalami pertumbuhan hingga 20 persen per tahun, dan tahun 2017 tercatat mencapai 31 persen atau Rp US$ 1,7 miliar,” katanya di Hotel Red Top, Jakarta, Senin (4/6/2018).
Untuk meningkatkan jumlah strategi pengembangan destinasi pariwisata terus diimplementasikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata. Strategi tersebut diantaranya pengembangan perwilayahan, atraksi wisata, aksesibilitas, amenitas, masyarakat, dan investasi.
Dalam pengembangan perwilayahan, pembangunan destinasi pariwisata difokuskan pada sejumlah wilayah di antaranya 50 Destinasi Pariwisata Nasional), 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dan 222 Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN).
Sementara, dalam Bidang Pengembangan Destinasi, Dadang memaparkan adapun tugas dari mengembangkan investasi parwisata dengan menerapkan sejumlah strategi diantaranya memberikan insentif, kemudahan, serta melakukan promosi investasi.
“Semua strategi ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas destinasi parwisata agar dapat tercipta destinasi yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, berwawasan lingkungan, serta mampu meningkatkan pendapatan nasional, daerah, dan masyarakat,” ujarnya Dadang.
Tingginya minat investor dalam berinvestasi di sektor pariwisata itu terlihat dalam forum pertemuan para investor pariwisata atau Regional Investment Forum 2018 (RIF) yang berlangsung di Yogyakarta baru-baru ini.
Dalam forum tersebut dilaporkan investor asing yang tertarik menanamkan modalnya di sektor pariwisata antara lain dari; Timur Tengah, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Taiwan, Malaysia, Australia, Tiongkok, Inggris, India, dan Rusia.