INDUSTRY.co.id - Majalengka- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo bertemu dengan Bupati Majalengka, Jawa Barat, Sutrisno untuk membicarakan tentang alokasi dana desa di kabupaten tersebut.

Advertisement

Dalam pertemuan di Majalengka, Rabu (30/5/2018)  tersebut, Eko menyampaikan program Akademi Desa 4.0 untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa melalui pelatihan-pelatihan virtual yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.

"Pelatihan secara langsung memerlukan biaya yang besar, sementara ilmu yang diserap mungkin hanya 50 persen. Kalau secara virtual, tentu lebih murah dan bisa diakses kapan saja di mana saja serta bisa diulang-ulang," katanya kepada Sutrisno.

Advertisement

Eko juga meminta Sutrisno untuk menyiapkan desa-desa wisata sebagai tindak lanjut dari pembukaan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Majalengka.

Ditemui wartawan seusai pertemuan dengan Eko, Sutrisno mengatakan alokasi dana desa untuk pembangunan infrastruktur sudah hampir selesai. Berikutnya adalah alokasi untuk pemberdayaan masyarakat desa, terutama sektor perekonomiannya.

Advertisement

"Yang disebut badan usaha milik desa sudah ada di Majalengka sebelum ada alokasi dana desa untuk membangun perekonomian masyarakat desa," tuturnya.

Sutrisno mengatakan dengan ada alokasi dana desa, masa depan desa akan lebih pasti. Sebelumnya, program-program yang direncanakan di desa belum pasti terlaksana karena menunggu persetujuan dari pemerintahan di atasnya.

Advertisement

"Dana desa sudah pasti habis. Yang menjadi kendala adalah bila ada perubahan aturan sehingga membuat pelaksanaan menjadi terlambat," katanya.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengadakan Jelajah Desa Ramadhan 2018 dengan mendatangi desa-desa di kabupaten/kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Selain Majalengka, kabupaten/kota yang akan dikunjungi adalah Cirebon, Kuningan, Demak, dan Kudus.