INDUSTRY.co.id - Jakarta — PT Bank Central Asia Tbk telah membentuk perusahaan modal ventura, dengan nama PT Central Capital Ventura (CCV).
Menurut Wakil Direktur Utama Armand Wahyudi Hartono, perkembangan teknologi internet dan telekomunikasi telah membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan start up untuk menciptakan berbagai inovasi layanan keuangan berbasis digital atau dikenal financial technology (fintech).
"Mencermati perkembangan tersebut, CCV memiliki rencana untuk berinvestasi dan berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan fintech serta perusahaan pendukung jasa keuangan yang akan mendukung ecosystem layanan keuangan BCA dan para entitas anak BCA secara keseluruhan serta memberikan nilai tambah kepada nasabah BCA khususnya serta masyarakat pada umumnya," kata Armand melalui keterbukaan informasi, Jumat (27/1/2017).
Mengingat di era digital ini perusahaan fintech memiliki potensi yang besar untuk tumbuh dan berkembang, maka diharapkan CCV dapat menjadi perusahaan ventura yang berkembang dan memiliki bisnis yang prospektif.
Seperti dilansir Imq, modal disetor pada perusahaan modal ventura ini sekitar Rp200 miliar, dengan kepemilikan BCA sebesar 100%.
Ia menambahkan, penyertaan modal pada CCV telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 27 Desember 2016. Transaksi pendirian CCV tersebut tidak termasuk sebagai transaksi material karena tidak mencapai 20% dari ekuitas BCA.
"Pendirian CCV merupakan langkah strategis jangka panjang BCA untuk mengikuti evolusi kebutuhan nasabah dan perkembangan teknologi informasi," ujarnya.