INDUSTRY.co.id - Jakarta, Industri kecil dan menengah (IKM) diharapkan menjadi penopang industri skala besar agar kondisi perekenomian semakin positif.
"IKM harus disiapkan agar bisa mensuport industri besar, seperti di Jepang, Korea Selatan, dan Jerman. Jerman 90% pasokan industri besarnya berasal dari IKM," kata Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (27/1).
Gati menuturkan, sebagai permulaan pihaknya akan membina IKM logam, mesin, elektronik dan alat angkut agar bisa menjadi suplier untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Nanti BUMN harus lihat sendiri supaya percaya dan berani memberikan order kepada IKM. IKM logam juga memiliki potensi pasar yang cukup besar," tutur Gati.
Selama ini, lanjut Gati, baru BUMN seperti PT Inka dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menggandeng IKM Logam di Klaten dan Tegal untuk membuat blok rem.
"IKM juga memiliki peluang untuk merambah ke blok rem komposit. Kami sedang evaluasi kelangsungan bahan bakunya," ujar Gati.
Gati menambahkan, sebagian IKM sudah mampu mengikuti standar industri besar, namun masih perlu konsistensi kualitas produksi. Kelemahan dari produk IKM adalah kontrol kualitas dan pengirimannya, sehingga masih perlu ditingkatkan untuk mendapatkan kepercayaan industri besar.
"Dengan bekerja sama dengan BUMM, IKM akan dipaksa untuk meningkatkan dan evaluasi kualitas produk secara terarah. Harus ada quality control di sentra IKM," pungkasnya.