SMBR Galang Sinergi BUMN Percepat Pembangunan Infrastruktur

Oleh : Dina Astria | Jumat, 18 Mei 2018 - 14:13 WIB

Pabrik Semen Baturaja (Bm)
Pabrik Semen Baturaja (Bm)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) bersinergi dengan tujuh BUMN yaitu Wijaya Karya, Pembangunan Perumahan, Hutama Karya, Waskita Karya Adhi Karya, Pelindo II dan Perum Jamkrindo untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

Penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan tujuh BUMN dilakukan langsung Direktur Utama SMBR, Rahmad Pribadi, yang disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Deputi Bidang Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata (ELKP) Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (17/5/2018)


Rahmad mengutarakan kerja sama dengan lima BUMN Karya terkait dengan penyediaan semen dan produk turunan semen.

SMBR menurut Rahmad akan menjamin ketersediaan semen di proyek-proyek lima BUMN Karya yang terletak di wilayah pemasaran BUMN yang dipimpinnya yaitu Provinsi Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung (Sumatra Bagian Selatan/Sumbagsel).

"Banyak proyek-proyek infrastruktur BUMN karya yang sedang dan akan dikerjakan di wilayah pemasaran SMBR. Kami optimis mampu mencukupi berapapun permintaan semen yang dibutuhkan," katanya.

Di Sumbagsel pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, jembatan dan bendungan juga dilakukan secara maraton, siang dan malam. "Kali ini, BUMN benar-benar hadir untuk negeri, termasuk di Sumbagsel," ujar Rahmad.

Pada kesempatan itu, SMBR juga bersinergi dengan Pelindo II dalam rangka program konektivitas nasional pemerintah untuk peningkatan kualitas dan penambahan kuantitas pelabuhan.

"SMBR mendukung Pelindo II yang beroperasi di sepuluh provinsi dan mengelola 12 pelabuhan untuk meningkatkan kualitas maupun menambah kuantitas pelabuhan," ujarnya.

Sedangkan kerja sama SMBR dengan Jamkrindo melingkupi penerbitan "surety bond" secara online yang terdiri atas jaminan penawaran (bid bond), jaminan pelaksanaan (performance bond), jaminan uang muka (advanced payment bond), jaminan pemeliharaan (maintenance bond) dan jaminan-jaminan lain.

Direktur Utama Perum Jamkrindo, Randi Anto seperti dilansir Antara mengatakan kerja sama ini merupakan salah satu terobosan dalam sinergi BUMN untuk mengoptimalkan kegiatan bisnis, karena para penerima pekerjaan atau vendor SMBR tidak perlu lagi datang ke kantor Perum Jamkrindo untuk mengajukan permohonan penjaminan.

Sebanyak 300 vendor tersebut cukup datang ke SMBR untuk mengisi form digital secara mandiri sehingga lebih mudah dan efisien dalam kepengurusan dokumen tender para kontraktor.

Dengan kerja sama ini, Jamkrindo dapat mengoptimalkan pemanfaatan potensi bisnis untuk meningkatkan sinergi serta kelancaraan kegiatan bisnis kedua belah pihak dengan prinsip saling menguntungkan.

Perum Jamkrindo dapat membidik potensi volume penjaminan dari nilai belanja modal (capex) dan belanja operasional (opex) Semen Baturaja, sedangkan Semen Baturaja memperoleh manajemen kontrol dan data base yang lebih baik.

"Karena ada rekam jejak digitalnya, tentu databasenya menjadi lebih baik. Semen Baturaja dapat lebih mudah memonitor proyek mana yang belum terjamin, sehingga meningkatkan optimalisasi penyerapan belanja modal," ujar Randi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pantai Air Manis Padang (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 19 Mei 2019 - 18:00 WIB

Icon Kota Padang, Pantai Air Manis Terus Percantik Diri

Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Pusat mengucurkan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk membenahi objek wisata Pantai Air Manis Padang yang kerap dikenal dengan legenda Malin Kundang.

Ilustrasi Biodiesel 20 Persen (B20)

Minggu, 19 Mei 2019 - 16:30 WIB

Tekan Impor Migas, Kemenperin Bakal Dongkrak Produksi Green Fuel

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berusaha mendongkrak kontribusi industri nonmigas dengan mendorong produksi bahan bakar yang masih ketergantungan pada impor, di antaranya memproduksi…

Ilustrasi Ekspor (ist)

Minggu, 19 Mei 2019 - 15:40 WIB

Ekspor Produk Manufaktur Masih Tertinggi

Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional.

Industri Tekstil

Minggu, 19 Mei 2019 - 15:01 WIB

Upaya Pemerintah Dongkrak Produktivitas Industri Tekstil dan Pakaian Menuju Lima Besar Dunia

Berdasarkan Making Indonesia 4.0, industri TPT merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang tengah diprioritaskan pengembangannya sebagai pionir dalam peta jalan penerapan revolusi industri…

Batik Air (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 19 Mei 2019 - 15:00 WIB

Batik Air Mengantarkan Travelers Menuju Destinasi Luwuk Banggai

Sulawesi Tengah berkontur geografis khas menyerupai lekukan yang begitu menggoda wisatawan dan pebisnis (travelers) untuk berkunjung. Salah satunya ke bagian timur provinsi ini yaitu Kabupaten…