INDUSTRY.co.id, Sumenep - Pasca teror bom di Surabaya dan Sidoarjo beberapa waktu lalu, tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumenep, Jawa Timur. Menurut Ketua Asosiasi Pariwisata Madura (ASPRIM) Mukti Ali, kunjungan wisatawan mancanegara tetap berlangsung sesuai agenda yang telah ditetapkan.

Advertisement

"Tadi pagi kami mengantar sebanyak 40 orang wisatawan asing dengan tujuan Sumenep, dan mereka mengunjungi sejumlah tempat wisata sejarah yang ada di Kabupaten Sumenep," kata Mukti, di Sumenep, Selasa (15/5/2018).

Ia menjelaskan, para wisatawan yang berkunjung ke Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa itu, umumnya merupakan wisatawan asal Amerika, Eropa dan Australia.

Advertisement

Mereka datang ke Indonesia melalui agen perjalanan wisata dunia Star Clipper dengan jaringan Asia Destination selaku operator perjalanan wisata di tingkat nasional, sedangkan untuk wilayah Madura melalui Mandala Wisata Tour and Transpot.

"Saya selaku operator perjalanan wisata di tingkat lokal Madura. Makanya saya mengetahui secara langsung tentang kedatangan wisatawan asing yang masuk di Madura ini," ujar Mukti Ali.

Advertisement

Ia menjelaskan, ada beberapa lokasi wisata yang menjadi tujuan wisatawan mancanegara dari sejumlah negara itu. Masing-masing Karaton Sumenep, Meseum Sumenep, Masjid Agung Sumenep, lalu menonton karapan sapi dan ke Pantai Sembilan Gili Genting.

Mukti Ali yang juga pemilik Mandala Wisata ini lebih lanjut menjelaskan, sebenarnya jumlah wisatawan asing yang menuju Indonesia melalui kapal pesiar saat ini ratusan orang.

Advertisement

Mereka melakukan perjalanan wisata selama enam bulan. Akan tetapi yang menuju Madura hanya 40 orang.

"Tujuannya Sumenep, karena disana memang yang paling siap. Meskipun Pamekasan juga banyak memiliki situs sejarah, tapi Pamekasan tidak siap dan tidak memiliki agenda wisata tahunan sebagaimana Sumenep," ujar Mukti Ali. (Ant)