INDUSTRY.co.id - Jakarta- Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menyakini gejolak yang sedang terjadi di pasar Surat Berharga Negara hanya berlangsung sementara.
"Kita percaya ini masih 'temporary'," kata Luky dalam pemaparan di Jakarta, Jumat (11/5/2018)
Dia menjelaskan gejolak yang sedang terjadi ini karena pelaku pasar sedang beradaptasi untuk menuju titik ekulibrium yang baru dalam menghadapi membaiknya kondisi perekonomian di AS.
Pihaknya juga tidak khawatir ketika penerbitan SUN pemerintah pada Selasa (8/5) tidak diminati para investor karena gejolak ini tidak mencerminkan kondisi pasar keuangan yang sebenarnya.
Namun, menurut dia, untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa menganggu kondisi pembiayaan, pemerintah sudah melakukan berbagai mitigasi diantaranya dengan melakukan penerbitan SBN di awal tahun (front loading).
Kemudian, melakukan pinjaman dari lembaga multilateral, menyiapkan BUMN maupun BLU untuk membeli surat utang pemerintah dan menarik dana dari "private placement" "Kita tidak berharap ini begini terus dan percaya 'market' akan lebih stabil lagi," kata Luky.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seperti dilansir Antara memastikan kondisi perekonomian global yang saat ini sedang bergejolak, karena sedang menuju tingkat normal yang baru.
Menanggapi situasi perubahan ini, ia mengatakan pemerintah sedang menyiapkan diri dengan kondisi normal yang baru agar ketidakpastian yang terjadi bisa dimitigasi.
"Kita harus melakukan 'adjustment' dengan apa yang disebut normal yang baru," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.